Ekonomi
Home » Berita » 7 Cara Raih Untung di Masa Covid-19 Tanpa Modal Besar

7 Cara Raih Untung di Masa Covid-19 Tanpa Modal Besar

untung di masa covid-19
untung di masa covid-19

Pandemi mengubah cara orang bekerja, berbelanja, dan berkomunikasi, namun di balik krisis itu muncul banyak peluang bagi mereka yang jeli melihat kesempatan untuk meraih untung di masa covid-19. Perubahan kebiasaan masyarakat, lonjakan aktivitas daring, hingga kebutuhan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, membuka ruang usaha yang bisa dijalankan dengan modal terbatas bahkan nyaris tanpa modal. Di tengah ketidakpastian ekonomi, muncul generasi baru pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi dan kreativitas untuk bertahan sekaligus berkembang.

Lonjakan Bisnis Online dan Peluang Untung di Masa Covid-19

Perubahan perilaku konsumen selama pandemi membuat bisnis online melesat jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Orang yang sebelumnya enggan belanja melalui ponsel, kini terpaksa belajar dan akhirnya terbiasa. Pola ini menjadi pintu masuk bagi siapa pun yang ingin mendapatkan untung di masa covid-19 tanpa harus membuka toko fisik yang membutuhkan biaya besar.

Perusahaan besar memang diuntungkan dengan infrastruktur yang sudah siap, namun peluang untuk individu juga terbuka lebar. Marketplace, media sosial, hingga aplikasi pesan instan menjadi etalase baru yang bisa diakses siapa saja. Produk tidak lagi harus dipajang di ruko mahal, cukup dengan foto yang menarik, deskripsi jujur, dan pelayanan cepat, sudah bisa menjadi awal usaha yang menjanjikan.

Pandemi mempercepat sesuatu yang sebenarnya sudah menuju ke sana, yaitu pergeseran ekonomi ke ruang digital. Yang berbeda hanya kecepatannya, dari pelan menjadi sangat cepat.

Jualan Online Tanpa Stok dan Cara Raih Untung di Masa Covid-19

Banyak orang ingin memulai usaha, namun terhalang modal untuk membeli stok barang. Di masa pandemi, model usaha tanpa stok atau yang sering disebut dropship dan reseller sistem pre order menjadi solusi. Dengan cara ini, pelaku usaha bisa meraih untung di masa covid-19 hanya bermodalkan ponsel, kuota internet, dan kemampuan promosi.

Tabel Angsuran KUR BRI Pinjaman 150 Juta, Simulasi Cicilan

Sistem Dropship dan Peluang Untung di Masa Covid-19

Pada sistem dropship, penjual tidak perlu menyimpan barang. Tugasnya adalah mempromosikan produk dari pemasok, mengumpulkan pesanan, dan meneruskan detail pembeli ke pemasok. Pemasok yang akan mengurus pengemasan dan pengiriman, sementara penjual mendapatkan selisih harga sebagai keuntungan. Dalam situasi pembatasan mobilitas, model ini sangat relevan karena minim interaksi fisik dan bisa dikerjakan dari rumah.

Agar bisa meraih untung di masa covid-19 melalui dropship, pemilihan pemasok menjadi faktor penting. Pemasok harus memiliki stok stabil, pengiriman cepat, dan kualitas produk yang konsisten. Reputasi penjual sangat bergantung pada pemasok, sehingga komunikasi dan transparansi harga perlu dijaga. Pelaku usaha juga perlu memanfaatkan fitur katalog di aplikasi pesan dan toko di media sosial untuk memudahkan calon pembeli melihat produk.

Reseller Pre Order dan Strategi Untung di Masa Covid-19

Berbeda dengan dropship, sistem reseller pre order biasanya melibatkan pesanan terlebih dahulu baru kemudian barang diproduksi atau dibeli dari pemasok. Keunggulannya, penjual tidak menanggung risiko stok menumpuk karena barang disiapkan sesuai jumlah pesanan. Skema ini cocok untuk produk fashion, makanan kekinian, hingga perlengkapan rumah tangga yang mengikuti tren.

Untuk memaksimalkan untung di masa covid-19 dengan sistem pre order, pelaku usaha harus pandai membangun kepercayaan. Informasi mengenai jadwal produksi, estimasi pengiriman, dan kebijakan pembatalan perlu disampaikan sejak awal. Konten testimoni dan foto produk nyata akan membantu meyakinkan calon pembeli bahwa pesanan mereka benar benar akan diproses.

Jasa Titip Belanja dan Jaringan Untung di Masa Covid-19

Pembatasan aktivitas di luar rumah membuat banyak orang enggan pergi ke pusat perbelanjaan, pasar tradisional, atau toko grosir. Di sinilah jasa titip belanja atau personal shopper menemukan momentumnya sebagai salah satu cara meraih untung di masa covid-19. Dengan memanfaatkan kendaraan pribadi dan ponsel, seseorang bisa membantu orang lain berbelanja kebutuhan harian, sekaligus mendapatkan bayaran dari jasa dan selisih harga.

Bunga Pinjaman Bank Nagari 2026: Panduan Baca Suku Bunga

Jasa titip tidak hanya terbatas pada kebutuhan pokok. Produk produk tertentu yang hanya tersedia di lokasi spesifik, seperti makanan khas daerah, barang diskon di pusat perbelanjaan, atau produk impor di toko tertentu, juga menjadi incaran. Pelaku usaha jasa titip biasanya membagikan daftar produk dan harga melalui media sosial, kemudian mengumpulkan pesanan sebelum berangkat belanja.

Cara Mengelola Jasa Titip Agar Tetap Untung di Masa Covid-19

Agar usaha jasa titip benar benar memberikan untung di masa covid-19, pengelolaan waktu dan perhitungan biaya harus dilakukan dengan cermat. Penentuan minimal pesanan per area, penggabungan beberapa pesanan dalam satu perjalanan, hingga penjadwalan hari belanja perlu diatur agar biaya transportasi tidak menggerus keuntungan. Transparansi struk belanja dan biaya jasa juga penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Pelaku jasa titip yang berhasil umumnya membangun komunitas pelanggan tetap. Mereka aktif membagikan informasi promo, stok barang langka, hingga rekomendasi produk yang sedang banyak dicari. Dengan hubungan yang lebih personal, pelanggan akan lebih loyal dan tidak terlalu sensitif terhadap biaya jasa yang wajar.

Kelas Online dan Berbagi Keahlian untuk Untung di Masa Covid-19

Penutupan sekolah, pembatasan kegiatan tatap muka, dan meningkatnya waktu di rumah membuat minat belajar secara daring melonjak tajam. Situasi ini membuka peluang bagi siapa saja yang memiliki keahlian tertentu untuk mengemasnya menjadi kelas online berbayar. Mulai dari kursus bahasa, memasak, desain grafis, hingga bimbingan belajar sekolah, semuanya bisa menjadi sumber untung di masa covid-19.

Di saat banyak orang kehilangan jam kerja, ada juga yang justru mendapatkan jam mengajar tambahan karena berani memindahkan keahliannya ke ruang digital.

Pinjaman di Bank bjb syariah yang Paling Dicari, Ini Jalurnya

Model Kelas Online dan Cara Mendapatkan Untung di Masa Covid-19

Ada beberapa model kelas yang umum digunakan. Pertama, kelas live melalui aplikasi konferensi video dengan jadwal tertentu. Kedua, kelas rekaman video yang bisa diakses kapan saja oleh peserta. Ketiga, kombinasi keduanya dengan sesi tanya jawab khusus. Setiap model memiliki kelebihan, namun yang terpenting adalah konsistensi materi dan kualitas penyampaian.

Untuk meraih untung di masa covid-19 melalui kelas online, penentuan harga harus disesuaikan dengan target peserta. Kelas dengan banyak peserta bisa dipatok dengan harga lebih terjangkau, sementara kelas intensif dengan pendampingan personal dapat diberi tarif lebih tinggi. Platform pembayaran digital dan grup khusus di aplikasi pesan bisa dimanfaatkan untuk mengelola peserta dan materi.

Konten Kreator dan Peluang Untung di Masa Covid-19 di Dunia Digital

Lonjakan konsumsi konten selama pandemi menjadikan profesi konten kreator semakin menonjol. Orang menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, mencari hiburan, informasi, dan inspirasi. Bagi yang kreatif dan konsisten, membuat konten di platform video pendek, YouTube, hingga podcast bisa menjadi sumber untung di masa covid-19, baik dari iklan, sponsor, maupun penjualan produk.

Menjadi konten kreator tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Banyak yang memulai hanya dengan ponsel dan pencahayaan sederhana. Yang lebih penting adalah keaslian, kedekatan dengan penonton, dan kemampuan membaca tren. Konten seputar aktivitas di rumah, tips hemat, ide usaha kecil, hingga cerita keseharian selama pandemi terbukti menarik perhatian banyak orang.

Monetisasi Konten dan Strategi Untung di Masa Covid-19

Ada beberapa jalur untuk mendapatkan untung di masa covid-19 dari konten digital. Pertama, program bagi hasil iklan dari platform. Kedua, kerja sama dengan merek yang ingin mempromosikan produk. Ketiga, penjualan produk sendiri seperti merchandise atau kelas berbayar yang dipromosikan melalui konten. Keempat, dukungan langsung dari penonton melalui fitur donasi atau langganan.

Kunci utamanya adalah membangun komunitas yang merasa terhubung dengan pembuat konten. Interaksi di kolom komentar, sesi siaran langsung, dan respons terhadap masukan penonton akan membuat audiens merasa dihargai. Dari komunitas yang kuat inilah jalur monetisasi bisa berkembang lebih sehat dan berkelanjutan.

Layanan Kurir Lokal dan Pengiriman Cepat untuk Untung di Masa Covid-19

Peningkatan transaksi online otomatis memicu kebutuhan akan jasa pengiriman. Di luar perusahaan logistik besar, muncul peluang bagi kurir lokal skala kecil yang melayani area terbatas dengan kecepatan lebih tinggi. Dengan sepeda motor dan ponsel, seseorang bisa memulai layanan antar jemput barang, makanan, hingga dokumen dalam jarak dekat dan memperoleh untung di masa covid-19.

Kurir lokal sering kali mengisi celah yang tidak terjangkau layanan besar, seperti pengiriman dalam hitungan jam di satu kawasan, antar tetangga, atau pengiriman di jam tertentu. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah, terutama bagi pelaku usaha rumahan yang membutuhkan pengiriman cepat namun tidak ingin repot mengantre.

Mengelola Layanan Kurir Agar Tetap Menguntungkan di Masa Covid-19

Untuk memastikan usaha kurir lokal benar benar memberikan untung di masa covid-19, perhitungan tarif per kilometer, biaya bahan bakar, dan waktu tempuh harus diperhatikan. Penetapan area layanan yang jelas dan jam operasional yang terukur akan membantu menghindari kelelahan berlebih dan perjalanan yang tidak efisien. Pencatatan pesanan secara rapi, meski hanya menggunakan aplikasi pesan dan catatan ponsel, akan memudahkan pengelolaan keuangan.

Reputasi kurir lokal banyak ditentukan oleh ketepatan waktu dan keamanan barang. Foto barang saat diambil dan saat diantar, konfirmasi lokasi secara berkala, serta sikap sopan kepada pelanggan akan meningkatkan kepercayaan. Seiring waktu, pelanggan tetap akan menjadi sumber promosi dari mulut ke mulut yang efektif.

Usaha Kuliner Rumahan dan Strategi Untung di Masa Covid-19

Makan di luar rumah berkurang drastis selama pandemi, namun kebutuhan akan makanan justru tidak pernah berhenti. Kondisi ini mendorong munculnya usaha kuliner rumahan yang memanfaatkan dapur pribadi sebagai pusat produksi. Dari makanan beku siap masak, lauk harian, camilan, hingga minuman kekinian, banyak yang berhasil meraih untung di masa covid-19 dengan memadukan rasa, kebersihan, dan pemasaran digital.

Pelaku usaha kuliner rumahan biasanya memulai dari lingkaran terdekat, seperti tetangga, teman kantor, atau komunitas. Keunggulan mereka adalah fleksibilitas menu dan kemampuan menyesuaikan pesanan dalam jumlah kecil. Selain itu, narasi mengenai kebersihan, penggunaan bahan segar, dan proses masak di rumah menjadi nilai tambah di tengah kekhawatiran terhadap kesehatan.

Pemasaran Kuliner Rumahan untuk Memaksimalkan Untung di Masa Covid-19

Agar usaha kuliner rumahan bisa terus memberikan untung di masa covid-19, pemasaran melalui media sosial perlu digarap dengan serius. Foto makanan yang menggugah selera, informasi lengkap mengenai bahan, harga, dan cara pemesanan akan membantu calon pembeli mengambil keputusan. Penawaran paket hemat untuk keluarga, menu langganan mingguan, atau promosi khusus akhir pekan juga bisa menarik minat.

Kerja sama dengan kurir lokal atau layanan antar makanan akan mempermudah distribusi. Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan ulasan pelanggan sebagai bahan promosi. Semakin banyak orang yang membagikan pengalaman positif, semakin besar peluang usaha kuliner rumahan bertahan dan berkembang meski situasi belum sepenuhnya pulih.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *