Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan KUR BTN?
Siapa Yang Berhak Mendapatkan KUR BTN – Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN merupakan program pembiayaan pemerintah yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk memperoleh KUR BTN, calon debitur harus memenuhi sejumlah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan ini meliputi aspek kewarganegaraan, usia, status pekerjaan, dan tentunya, persyaratan usaha yang dijalankan.
Kriteria Umum Penerima KUR BTN
Calon penerima KUR BTN harus memenuhi beberapa kriteria umum. Kriteria ini mencakup persyaratan kewarganegaraan Indonesia, usia minimal 21 tahun, dan memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan. Status pekerjaan dapat berupa wiraswasta, pekerja informal, atau petani. Namun, penting untuk dicatat bahwa persyaratan ini dapat bervariasi tergantung pada jenis usaha dan kebijakan yang berlaku di masing-masing cabang BTN.
Persyaratan Kepemilikan Usaha
Selain persyaratan pribadi, calon debitur juga harus memenuhi persyaratan terkait usaha yang dijalankan. Jenis usaha yang dapat dibiayai melalui KUR BTN cukup beragam, mulai dari usaha pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, hingga jasa. Lama usaha beroperasi umumnya minimal 6 bulan, meski ada pengecualian tergantung kebijakan bank. Skala usaha juga menjadi pertimbangan, umumnya diarahkan pada UMKM dengan skala usaha yang relatif kecil hingga menengah. Bukti kepemilikan usaha, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau bukti legalitas usaha lainnya, biasanya dibutuhkan sebagai persyaratan administrasi.
Siapa yang berhak mendapatkan KUR BTN? Pertanyaan ini sering muncul, mengingat banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan suntikan modal. Syaratnya beragam, tapi yang pasti, keberhasilan pengajuan juga dipengaruhi oleh pemahaman kita tentang skema pembiayaan. Misalnya, perlu diketahui juga bagaimana skema subsidi bunga di bank lain, seperti yang dijelaskan di sini: Apakah KUR BRI Memberikan Subsidi Bunga.
Memahami hal ini membantu kita membandingkan dan mempersiapkan diri agar pengajuan KUR BTN kita lebih maksimal. Jadi, siapapun yang memenuhi persyaratan dan memahami seluk-beluk KUR, memiliki kesempatan besar untuk mendapatkannya.
Contoh Profil Debitur yang Memenuhi dan Tidak Memenuhi Syarat
Sebagai ilustrasi, seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun yang memiliki usaha warung makan yang telah berjalan selama 1 tahun dan memiliki izin usaha, memenuhi syarat untuk mengajukan KUR BTN. Sebaliknya, seorang pemuda berusia 19 tahun yang baru memulai usaha online shop tanpa izin usaha, kemungkinan besar tidak memenuhi syarat.
Siapa yang berhak mendapatkan KUR BTN? Pertanyaan ini penting bagi para pelaku UMKM. Kriteria penerima KUR BTN cukup beragam, namun yang terpenting adalah kemampuan mengelola keuangan usaha dengan baik. Kemampuan ini sangat krusial, karena memahami Bagaimana Cara Mengelola Keuangan Usaha akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman dan mengembalikannya tepat waktu.
Dengan pengelolaan keuangan yang sehat, peluang Anda untuk memenuhi syarat KUR BTN pun akan semakin besar. Jadi, pelajarilah manajemen keuangan usaha Anda sebaik mungkin sebelum mengajukan KUR BTN.
Perbandingan Persyaratan KUR BTN Berdasarkan Jenis Usaha
Persyaratan KUR BTN dapat bervariasi tergantung jenis usaha. Berikut perbandingan umum persyaratan untuk beberapa jenis usaha. Perlu diingat bahwa informasi ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai kebijakan bank.
Jenis Usaha | Syarat Usaha | Syarat Pribadi | Batas Plafon (Ilustrasi) |
---|---|---|---|
Pertanian | Sertifikat lahan, bukti kepemilikan alat pertanian | Usia minimal 21 tahun, Warga Negara Indonesia | Rp 50.000.000 |
Perdagangan | Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), bukti transaksi penjualan | Usia minimal 21 tahun, Warga Negara Indonesia | Rp 100.000.000 |
Jasa | Surat izin usaha, bukti portofolio pekerjaan | Usia minimal 21 tahun, Warga Negara Indonesia | Rp 50.000.000 |
Kelompok Masyarakat yang Diprioritaskan
Program KUR BTN memberikan prioritas kepada beberapa kelompok masyarakat tertentu. Perempuan pengusaha dan UMKM di daerah tertinggal atau perbatasan umumnya mendapatkan perhatian lebih dalam program ini. Hal ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Cara Mendaftar KUR BTN
Proses pendaftaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BTN memerlukan persiapan yang matang dan pemahaman yang jelas terkait persyaratan dan prosedur yang berlaku. Keberhasilan pengajuan KUR sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan ketepatan pengisian formulir. Berikut uraian langkah-langkah pendaftaran KUR BTN secara detail.
Persyaratan Dokumen Pendaftaran KUR BTN
Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan Anda telah mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Kelengkapan dokumen akan mempercepat proses verifikasi dan meningkatkan peluang persetujuan pengajuan KUR Anda. Ketidaklengkapan dokumen dapat menyebabkan penundaan bahkan penolakan pengajuan.
- Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga
- Fotocopy Surat Izin Usaha/Perdagangan (SIUP/SITU)
- Fotocopy NPWP
- Surat Keterangan Domisili Usaha
- Proposal Usaha yang menjelaskan rencana bisnis dan perkiraan keuangan
- Laporan Keuangan Usaha (minimal 6 bulan terakhir)
- Bukti kepemilikan aset usaha (jika ada)
- Dokumen pendukung lainnya sesuai dengan jenis usaha dan kebutuhan Bank BTN
Langkah-Langkah Pendaftaran KUR BTN
Proses pendaftaran KUR BTN dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu secara online dan melalui kantor cabang Bank BTN terdekat. Berikut langkah-langkah yang perlu diikuti untuk masing-masing jalur pendaftaran.
- Persiapan Dokumen: Pastikan semua dokumen persyaratan telah disiapkan dan dalam kondisi lengkap dan baik.
- Pendaftaran Online (jika tersedia): Akses website resmi Bank BTN dan cari menu pengajuan KUR. Ikuti petunjuk yang diberikan dan isi formulir aplikasi secara lengkap dan akurat. Unggah dokumen yang dibutuhkan sesuai format yang ditentukan.
- Pendaftaran Melalui Kantor Cabang: Kunjungi kantor cabang Bank BTN terdekat dan sampaikan niat untuk mengajukan KUR. Petugas akan memandu Anda dalam proses pengisian formulir dan pengumpulan dokumen.
- Verifikasi Dokumen: Bank BTN akan melakukan verifikasi atas kelengkapan dan keabsahan dokumen yang Anda ajukan.
- Survey dan Penilaian: Tim penilai Bank BTN akan melakukan survey ke lokasi usaha Anda untuk menilai kelayakan usaha dan kredibilitas Anda sebagai peminjam.
- Pencairan Dana: Setelah proses verifikasi dan survey selesai, dan pengajuan disetujui, dana KUR akan dicairkan ke rekening Anda.
Contoh Pengisian Formulir Aplikasi KUR BTN, Siapa Yang Berhak Mendapatkan KUR BTN
Contoh pengisian formulir aplikasi KUR BTN akan bervariasi tergantung dari jenis formulir yang digunakan dan jenis usaha yang diajukan. Namun, secara umum, formulir tersebut akan menanyakan informasi mengenai identitas pemohon, jenis usaha, rencana penggunaan dana, dan riwayat keuangan usaha. Pastikan semua informasi yang diisi akurat dan lengkap. Jika terdapat kolom yang tidak dipahami, konsultasikan dengan petugas Bank BTN.
KUR BTN hadir untuk membantu UMKM Indonesia berkembang. Siapa yang berhak mendapatkannya? Syaratnya cukup sederhana, fokus pada usaha yang produktif dan layak. Nah, sebelum mengajukan, ada baiknya Anda melihat informasi penting tentang suku bunga yang berlaku, seperti yang tertera di sini: Berapa Suku Bunga KUR Super Mikro. Memahami suku bunga akan membantu Anda merencanakan keuangan dengan lebih baik, sehingga kesempatan mendapatkan KUR BTN semakin terbuka lebar untuk usaha Anda.
Kolom Formulir | Contoh Pengisian |
---|---|
Nama Pemohon | [Nama Lengkap Pemohon] |
Jenis Usaha | [Jenis Usaha, misalnya: Warung Makan] |
Jumlah Pinjaman yang Diminta | [Jumlah Pinjaman, misalnya: Rp 50.000.000] |
Tujuan Penggunaan Dana | [Tujuan Penggunaan Dana, misalnya: Modal Kerja dan Perbaikan Ruko] |
Lama Pinjaman yang Diminta | [Lama Pinjaman, misalnya: 3 Tahun] |
Catatan: Contoh pengisian formulir di atas bersifat umum dan dapat berbeda sesuai dengan formulir resmi yang digunakan oleh Bank BTN. Selalu merujuk pada formulir resmi yang diberikan oleh Bank BTN.
Besaran Plafon dan Jangka Waktu KUR BTN
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BTN menawarkan berbagai pilihan plafon dan jangka waktu pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan debitur. Pemahaman yang komprehensif mengenai besaran plafon dan jangka waktu pinjaman sangat penting bagi calon debitur agar dapat merencanakan penggunaan dana dan kemampuan pengembalian pinjaman secara efektif.
Besaran Plafon KUR BTN Berdasarkan Jenis Usaha
Plafon KUR BTN bervariasi tergantung jenis usaha yang dijalankan. Secara umum, plafon yang ditawarkan cukup kompetitif dan disesuaikan dengan potensi usaha masing-masing debitur. Besaran plafon juga mempertimbangkan aspek-aspek seperti skala usaha, lokasi usaha, dan riwayat kredit debitur. Berikut gambaran umum besaran plafon yang tersedia:
- Usaha Mikro: Plafon maksimal umumnya lebih rendah dibandingkan usaha kecil dan menengah.
- Usaha Kecil: Plafon maksimal umumnya lebih tinggi daripada usaha mikro, mencerminkan skala usaha yang lebih besar.
- Usaha Menengah: Plafon maksimal biasanya yang tertinggi, seiring dengan skala usaha dan potensi pendapatan yang lebih besar.
Jangka Waktu Pinjaman KUR BTN
KUR BTN menawarkan berbagai pilihan jangka waktu pinjaman, memberikan fleksibilitas bagi debitur untuk memilih opsi yang paling sesuai dengan kemampuan pengembalian dan proyeksi arus kas usaha mereka. Jangka waktu pinjaman yang lebih panjang memungkinkan angsuran bulanan yang lebih rendah, namun total bunga yang dibayarkan akan lebih tinggi. Sebaliknya, jangka waktu yang lebih pendek menghasilkan total bunga yang lebih rendah, tetapi angsuran bulanan akan lebih besar.
KUR BTN membantu banyak UMKM, tapi ingat, keberhasilan usaha juga bergantung pada kemampuan kita melunasi pinjaman. Sebelum mengajukan, penting untuk memahami konsekuensinya jika terjadi gagal bayar. Simak baik-baik informasi penting ini: Apakah Ada Sanksi Jika Saya Gagal Bayar KUR , agar Anda bisa merencanakan keuangan dengan bijak. Dengan perencanaan yang matang, peluang Anda untuk mendapatkan KUR BTN dan mengembangkan usaha pun akan lebih besar.
Semoga usaha Anda selalu sukses!
Tabel Plafon dan Jangka Waktu Pinjaman KUR BTN
Tabel berikut ini memberikan gambaran umum besaran plafon dan jangka waktu pinjaman KUR BTN. Perlu diingat bahwa angka-angka ini bersifat indikatif dan dapat bervariasi tergantung kebijakan Bank BTN dan penilaian kredit individual.
Siapa saja yang berhak mendapatkan KUR BTN? Pertanyaan ini sering muncul bagi para pelaku UMKM. Syaratnya memang beragam, namun yang pasti, kejelasan administrasi sangat penting. Bicara administrasi, terkadang kita juga penasaran dengan biaya-biaya tambahan, misalnya apakah ada biaya tambahan saat mengajukan KUR di bank lain? Untuk mengetahui lebih lanjut tentang biaya administrasi, silakan cek informasi lengkapnya di sini: Apakah Ada Biaya Administrasi Untuk Pengajuan KUR BRI Di Desember 2024.
Semoga informasi ini membantu Anda dalam mempersiapkan pengajuan KUR BTN, yakinlah usaha Anda akan berkembang!
Jenis Usaha | Lokasi | Plafon Maksimal (Rp) | Jangka Waktu Pinjaman (Bulan) |
---|---|---|---|
Usaha Mikro | Perkotaan | 50.000.000 | 36 |
Usaha Mikro | Pedesaan | 25.000.000 | 24 |
Usaha Kecil | Perkotaan | 500.000.000 | 60 |
Usaha Kecil | Pedesaan | 250.000.000 | 48 |
Usaha Menengah | Perkotaan | 1.000.000.000 | 72 |
Usaha Menengah | Pedesaan | 500.000.000 | 60 |
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Plafon dan Jangka Waktu
Beberapa faktor penting yang dipertimbangkan Bank BTN dalam menentukan plafon dan jangka waktu KUR meliputi:
- Jenis dan skala usaha: Usaha yang lebih besar dan memiliki potensi pendapatan yang lebih tinggi cenderung mendapatkan plafon yang lebih besar dan jangka waktu yang lebih panjang.
- Lokasi usaha: Lokasi usaha juga dapat mempengaruhi plafon dan jangka waktu. Usaha di daerah perkotaan mungkin mendapatkan plafon yang lebih tinggi dibandingkan usaha di daerah pedesaan.
- Riwayat kredit debitur: Riwayat kredit yang baik akan meningkatkan peluang mendapatkan plafon yang lebih tinggi dan jangka waktu yang lebih panjang.
- Agunan yang diberikan: Adanya agunan yang memadai dapat meningkatkan peluang mendapatkan plafon yang lebih tinggi.
- Kemampuan usaha dalam menghasilkan pendapatan: Bank BTN akan mengevaluasi kemampuan usaha dalam menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar cicilan pinjaman.
Contoh Perhitungan Cicilan KUR BTN
Perhitungan cicilan KUR BTN akan bervariasi tergantung pada plafon pinjaman, jangka waktu, dan suku bunga yang berlaku. Berikut contoh perhitungan dengan asumsi suku bunga tetap 6% per tahun:
- Skenario 1: Plafon Rp 50.000.000, jangka waktu 36 bulan. Angsuran bulanan diperkirakan sekitar Rp 1.560.000 (perhitungan kasar, angka aktual dapat berbeda).
- Skenario 2: Plafon Rp 250.000.000, jangka waktu 60 bulan. Angsuran bulanan diperkirakan sekitar Rp 5.200.000 (perhitungan kasar, angka aktual dapat berbeda).
Catatan: Perhitungan di atas bersifat ilustrasi dan tidak mengikat. Untuk perhitungan yang akurat, konsultasikan langsung dengan Bank BTN.
Keuntungan dan Risiko Mendapatkan KUR BTN
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BTN menawarkan peluang menarik bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis mereka. Namun, seperti halnya produk kredit lainnya, KUR BTN juga memiliki keuntungan dan risiko yang perlu dipahami secara menyeluruh sebelum mengajukan permohonan. Pemahaman yang komprehensif akan membantu calon debitur dalam pengambilan keputusan yang bijak dan meminimalisir potensi kerugian.
Keuntungan KUR BTN
KUR BTN menawarkan beberapa keuntungan signifikan bagi para pelaku UMKM. Keuntungan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan usaha kecil.
- Suku bunga rendah: KUR BTN umumnya menawarkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis kredit lainnya, sehingga mengurangi beban bunga yang harus ditanggung debitur.
- Kemudahan akses: Proses pengajuan KUR BTN relatif mudah dan cepat, dengan persyaratan yang lebih sederhana dibandingkan dengan kredit konvensional. Hal ini memudahkan para pelaku UMKM yang mungkin memiliki keterbatasan akses terhadap permodalan.
- Jangka waktu angsuran fleksibel: KUR BTN menyediakan berbagai pilihan jangka waktu angsuran, sehingga debitur dapat menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan dan proyeksi arus kas bisnis mereka.
- Plafon kredit yang beragam: Tersedia berbagai pilihan plafon kredit yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan modal usaha masing-masing debitur.
- Bebas biaya administrasi (tergantung program): Beberapa program KUR BTN menawarkan pembebasan biaya administrasi, sehingga dapat mengurangi beban biaya di awal.
Risiko KUR BTN
Meskipun menawarkan banyak keuntungan, KUR BTN juga memiliki potensi risiko yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Kegagalan dalam mengelola risiko dapat berdampak negatif terhadap keuangan debitur.
- Kewajiban pembayaran cicilan: Debitur wajib membayar cicilan KUR BTN setiap bulan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Kegagalan dalam memenuhi kewajiban ini dapat berakibat pada denda keterlambatan dan bahkan penagihan paksa.
- Potensi denda keterlambatan: Keterlambatan pembayaran cicilan akan dikenakan denda yang dapat memperbesar beban keuangan debitur.
- Risiko kegagalan usaha: Jika usaha yang dibiayai dengan KUR BTN mengalami kegagalan, debitur tetap berkewajiban untuk melunasi seluruh pinjaman. Hal ini dapat berdampak sangat signifikan terhadap keuangan pribadi debitur.
- Beban bunga meskipun usaha tidak menguntungkan: Meskipun usaha tidak berjalan sesuai rencana dan tidak menghasilkan keuntungan, debitur tetap harus membayar bunga pinjaman.
Strategi Pengelolaan Keuangan untuk Menghindari Keterlilitan Hutang KUR BTN
Perencanaan keuangan yang matang sangat krusial untuk menghindari keterlilitan hutang KUR BTN. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Buatlah rencana bisnis yang rinci dan realistis, termasuk proyeksi pendapatan dan pengeluaran.
- Hitung kemampuan membayar cicilan secara cermat sebelum mengajukan pinjaman.
- Alokasikan dana KUR BTN secara efektif dan efisien untuk keperluan usaha.
- Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kinerja usaha dan arus kas.
- Sisihkan dana darurat untuk menghadapi situasi tidak terduga.
- Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan keuangan atau petugas KUR BTN jika mengalami kesulitan.
Contoh Kasus Keberhasilan dan Kegagalan dalam Memanfaatkan KUR BTN
Contoh keberhasilan: Seorang pemilik usaha warung makan kecil di daerah pedesaan berhasil mengembangkan usahanya setelah mendapatkan KUR BTN. Dengan tambahan modal, ia dapat membeli peralatan baru, meningkatkan kualitas makanan, dan memperluas jangkauan pemasaran. Usaha tersebut berkembang pesat dan mampu melunasi pinjaman tepat waktu, bahkan membuka cabang baru.
Contoh kegagalan: Seorang pedagang online yang mendapatkan KUR BTN untuk menambah stok barang mengalami kerugian karena salah perhitungan permintaan pasar. Akibatnya, ia kesulitan menjual barang dan mengalami kesulitan membayar cicilan KUR BTN, hingga akhirnya asetnya disita.
Pertanyaan Umum Seputar KUR BTN (FAQ): Siapa Yang Berhak Mendapatkan KUR BTN
Berikut ini disajikan beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan oleh calon debitur KUR BTN beserta jawabannya. Informasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait persyaratan dan proses pengajuan KUR BTN.
Persyaratan Pengajuan KUR BTN
Memahami persyaratan pengajuan KUR BTN sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Persyaratan tersebut bervariasi tergantung jenis KUR dan plafon yang diajukan.
- Memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal 6 bulan.
- Memiliki agunan yang sesuai dengan ketentuan Bank BTN.
- Memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan, termasuk kelengkapan dokumen.
- Memiliki riwayat kredit yang baik (jika pernah memiliki pinjaman sebelumnya).
- Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).
Proses Pengajuan dan Pencairan KUR BTN
Proses pengajuan dan pencairan KUR BTN umumnya terdiri dari beberapa tahapan. Kecepatan proses bergantung pada kelengkapan dokumen dan penilaian kelayakan debitur.
- Persiapan dokumen persyaratan.
- Pengajuan permohonan KUR BTN melalui kantor cabang terdekat.
- Verifikasi dan validasi data oleh pihak Bank BTN.
- Penilaian kelayakan debitur.
- Penandatanganan perjanjian kredit.
- Pencairan dana KUR BTN ke rekening debitur.
Penggunaan Dana KUR BTN dan Pelunasan
Penggunaan dana KUR BTN harus sesuai dengan peruntukan yang telah disepakati dan tercantum dalam perjanjian kredit. Pelunasan dilakukan sesuai dengan jadwal angsuran yang telah ditetapkan.
Pertanyaan: Bagaimana jika saya ingin menggunakan dana KUR BTN untuk keperluan di luar peruntukan yang disetujui?
Jawaban: Penggunaan dana KUR BTN harus sesuai dengan perjanjian kredit. Penggunaan dana di luar peruntukan dapat berakibat pada pelanggaran perjanjian dan berpotensi dikenakan sanksi.
Pertanyaan: Apa yang terjadi jika saya terlambat membayar cicilan KUR BTN?
Jawaban: Keterlambatan pembayaran cicilan akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keterlambatan yang berulang dapat berdampak negatif pada riwayat kredit dan bahkan berujung pada penagihan secara hukum.
Risiko dan Konsekuensi Kegagalan Pembayaran
Kegagalan dalam membayar cicilan KUR BTN dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi debitur. Penting untuk memahami risiko ini sebelum mengajukan pinjaman.
Pertanyaan: Apa konsekuensi jika saya gagal membayar cicilan KUR BTN?
Jawaban: Konsekuensi yang mungkin terjadi antara lain: denda keterlambatan, penurunan skor kredit, dan bahkan penyitaan aset jaminan (jika ada). Dalam kasus yang ekstrim, dapat berujung pada proses hukum.
Kriteria Penentuan Plafon KUR BTN
Besarnya plafon KUR BTN yang disetujui ditentukan berdasarkan beberapa faktor, termasuk riwayat usaha, kemampuan keuangan, dan agunan yang diajukan.
Pertanyaan: Bagaimana cara menentukan plafon KUR BTN yang sesuai dengan kebutuhan usaha saya?
Jawaban: Plafon KUR BTN ditentukan berdasarkan analisa kelayakan usaha dan kemampuan debitur dalam mengembalikan pinjaman. Konsultasikan dengan petugas Bank BTN untuk mendapatkan informasi lebih detail dan estimasi plafon yang sesuai.