Plafon Pinjaman KUR BTN: Panduan Menentukan Angka yang Tepat
Berapa Plafon Pinjaman KUR BTN Yang Bisa Saya Dapatkan – Membutuhkan suntikan modal untuk usaha Anda? KUR BTN menawarkan solusi yang menarik, namun memahami plafon pinjaman yang tersedia menjadi kunci keberhasilan pengajuan. Artikel ini akan menguraikan secara rinci mengenai plafon pinjaman KUR BTN yang dapat Anda peroleh.
KUR BTN adalah Kredit Usaha Rakyat yang ditawarkan oleh Bank BTN, dirancang untuk membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan bisnis mereka. Manfaatnya meliputi suku bunga yang relatif rendah, proses pengajuan yang relatif mudah, dan tenor pinjaman yang fleksibel. KUR BTN ditujukan bagi individu atau badan usaha yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki usaha yang produktif dan layak, serta memiliki agunan yang memadai.
Mengetahui plafon pinjaman KUR BTN sebelum mengajukan permohonan sangat penting. Hal ini akan membantu Anda merencanakan kebutuhan dana secara akurat dan menghindari pengajuan yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Perencanaan yang matang akan meningkatkan peluang persetujuan pinjaman dan meminimalisir risiko kegagalan dalam pengelolaan keuangan usaha.
Lalu, berapa sebenarnya plafon pinjaman KUR BTN yang dapat diakses?
Nah, mau tau berapa plafon pinjaman KUR BTN yang bisa kamu dapatkan? Tergantung banyak faktor, sih, kayaknya urusan ini serumit mencari jodoh! Tapi sebelum mikir plafon, mungkin kamu perlu intip dulu Berapa Suku Bunga KUR Untuk Industri Kreatif , soalnya bunga itu kan kayak cabe rawit, bikin keringetan kalau nggak hati-hati! Setelah tau bunganya, baru deh kita hitung-hitung berapa plafon yang pas di kantong, jangan sampai malah jadi beban hidup kayak mantan yang susah dilupakan! Jadi, setelah riset bunga, baru deh kita balik lagi ke pertanyaan awal: berapa plafon KUR BTN yang bisa kamu dapat?
Semoga lancar ya usahamu!
Besaran Plafon Pinjaman KUR BTN, Berapa Plafon Pinjaman KUR BTN Yang Bisa Saya Dapatkan
Besaran plafon pinjaman KUR BTN bervariasi dan bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis usaha, pengalaman usaha, dan kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Secara umum, plafon pinjaman KUR BTN terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan jenis usaha dan skala bisnis. Berikut gambaran umum besaran plafonnya:
- KUR Mikro: Plafon pinjaman untuk KUR Mikro biasanya berkisar antara Rp10 juta hingga Rp50 juta. Besaran plafon ini sangat cocok untuk usaha kecil yang baru memulai atau yang masih dalam tahap pengembangan.
- KUR Kecil: Untuk KUR Kecil, plafon pinjaman yang ditawarkan lebih besar, umumnya berkisar antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. Besaran plafon ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar dan melakukan ekspansi.
- KUR TKI: Khusus untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), KUR BTN menawarkan plafon pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan TKI tersebut. Besaran plafonnya bervariasi tergantung pada kebutuhan dan kemampuan TKI dalam melunasi pinjaman.
Perlu diingat bahwa angka-angka di atas merupakan gambaran umum. Besaran plafon yang sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan Bank BTN dan hasil penilaian kelayakan usaha oleh pihak bank.
Duh, berapa sih plafon pinjaman KUR BTN yang bisa saya dapat? Mungkin sampai cukup beli sepeda motor impian, ya? Eh, tapi sebelum itu, saya jadi penasaran nih, beda KUR TKI sama kredit tanpa agunan itu gimana, ya? Biar nggak salah pilih, mending baca dulu penjelasan lengkapnya di Apa Perbedaan KUR TKI Dengan Kredit Tanpa Agunan , baru deh mikir lagi soal plafon KUR BTN itu.
Soalnya, mungkin aja setelah baca itu, saya malah kepincut kredit tanpa agunan! Atau malah langsung nabung aja, siapa tau bisa beli motornya cash! Jadi, berapa plafon KUR BTN yang cocok buat saya, ya? Bingung!
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Plafon Pinjaman
Beberapa faktor penting yang akan dipertimbangkan oleh Bank BTN dalam menentukan plafon pinjaman KUR meliputi:
- Jenis Usaha: Usaha yang telah berjalan lama dan memiliki catatan keuangan yang baik cenderung mendapatkan plafon yang lebih tinggi.
- Pengalaman Usaha: Pelaku usaha dengan pengalaman yang lebih lama dan memiliki track record yang baik akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan plafon yang lebih tinggi.
- Kemampuan Membayar: Kemampuan usaha dalam menghasilkan pendapatan dan membayar cicilan pinjaman merupakan faktor penentu utama dalam menentukan plafon.
- Agunan: Adanya agunan (jaminan) yang memadai dapat meningkatkan plafon pinjaman yang diberikan.
Prosedur Pengajuan KUR BTN
Proses pengajuan KUR BTN relatif mudah. Anda perlu mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen usaha. Setelah itu, Anda dapat mengajukan permohonan secara langsung ke kantor cabang Bank BTN terdekat atau melalui platform online yang tersedia. Pihak bank akan melakukan verifikasi dan penilaian terhadap kelayakan usaha Anda sebelum memberikan persetujuan pinjaman.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Plafon Pinjaman KUR BTN
Besarnya plafon pinjaman KUR BTN yang dapat diperoleh setiap debitur dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Pemahaman yang baik terhadap faktor-faktor ini akan membantu calon debitur mempersiapkan diri dan meningkatkan peluang mendapatkan plafon pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Duh, pengen tau berapa plafon pinjaman KUR BTN yang bisa didapat? Mungkin sampai bikin dompet nangis bahagia! Tapi sebelum itu, ada baiknya kamu baca dulu nih, agar ga salah paham, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan KUR Khusus? Cek aja di sini Apa Yang Dimaksud Dengan KUR Khusus , biar kamu makin pinter soal urusan pinjam meminjam.
Nah, setelah baca itu, baru deh kita hitung-hitung berapa plafon KUR BTN yang cocok buat kantong kamu, mungkin bisa beli motor baru ya? Atau mungkin malah liburan ke Bali? Asyik!
Faktor-Faktor Penentu Plafon Pinjaman KUR BTN
Berikut ini penjelasan mengenai lima faktor utama yang mempengaruhi besarnya plafon pinjaman KUR BTN, beserta ilustrasi dan dampaknya:
Faktor Penentu | Penjelasan | Contoh | Dampak terhadap Plafon |
---|---|---|---|
Lama Usaha | Pengusaha dengan usaha yang sudah berjalan lama cenderung memiliki riwayat keuangan yang lebih stabil dan terukur, sehingga berpotensi mendapatkan plafon yang lebih tinggi. | Pemula dengan usaha baru mungkin hanya mendapatkan plafon Rp 50 juta, sementara pengusaha yang sudah berjalan 5 tahun dengan omset yang sama bisa mendapatkan plafon Rp 100 juta. | Semakin lama usaha, semakin tinggi potensi plafon. |
Omset Usaha | Omset usaha mencerminkan kemampuan usaha untuk menghasilkan pendapatan dan membayar kewajiban. Omset yang tinggi menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk melunasi pinjaman. | Pengusaha dengan omset Rp 500 juta per tahun berpotensi mendapatkan plafon yang lebih tinggi dibandingkan pengusaha dengan omset Rp 100 juta per tahun. | Omset yang tinggi berkorelasi dengan plafon yang lebih tinggi. |
Riwayat Kredit | Riwayat kredit yang baik menunjukkan kredibilitas debitur dalam memenuhi kewajiban keuangan. Ketidakmampuan membayar cicilan sebelumnya dapat menurunkan peluang mendapatkan pinjaman. | Debitur dengan riwayat kredit lancar selama 3 tahun terakhir akan memiliki peluang lebih besar mendapatkan plafon yang tinggi dibandingkan debitur dengan riwayat kredit macet. | Riwayat kredit yang baik meningkatkan peluang mendapatkan plafon yang lebih tinggi. |
Jenis Usaha | Beberapa jenis usaha memiliki risiko yang lebih rendah dan lebih mudah diprediksi, sehingga berpotensi mendapatkan plafon yang lebih tinggi. | Usaha di sektor pertanian dengan resiko rendah mungkin mendapatkan plafon yang lebih tinggi dibandingkan usaha di sektor perdagangan yang lebih fluktuatif. | Jenis usaha yang dianggap lebih stabil dan berisiko rendah berpeluang mendapatkan plafon yang lebih tinggi. |
Aset Jaminan | Aset jaminan yang dimiliki debitur akan mengurangi risiko bagi pihak pemberi pinjaman. Nilai aset jaminan akan mempengaruhi besarnya plafon yang disetujui. | Pengusaha yang memiliki aset berupa tanah dan bangunan bernilai tinggi berpotensi mendapatkan plafon yang lebih tinggi dibandingkan pengusaha yang hanya memiliki aset berupa peralatan usaha. | Nilai aset jaminan yang tinggi meningkatkan plafon pinjaman yang disetujui. |
Contoh Kasus Perhitungan Plafon Pinjaman KUR BTN
Misalnya, seorang pengusaha kuliner dengan usaha yang sudah berjalan selama 3 tahun, memiliki omset rata-rata Rp 300 juta per tahun, riwayat kredit yang baik, dan memiliki aset berupa rumah senilai Rp 500 juta. Dengan faktor-faktor tersebut, pengusaha ini berpotensi mendapatkan plafon pinjaman KUR BTN yang lebih tinggi dibandingkan pengusaha pemula dengan omset yang sama namun tanpa riwayat kredit dan aset yang memadai.
Saran untuk Meningkatkan Peluang Mendapatkan Plafon Pinjaman yang Lebih Tinggi
Persiapkan dokumen usaha dan keuangan secara lengkap dan akurat. Jaga riwayat kredit yang baik, kembangkan usaha agar omset meningkat, dan pertimbangkan untuk menambah aset jaminan yang bernilai. Konsultasikan dengan petugas KUR BTN untuk mendapatkan informasi dan arahan yang lebih detail.
Bingung mau pinjam berapa di KUR BTN? Plafonnya lumayan bikin seneng, tapi jangan sampai lupa baca-baca syaratnya dulu ya! Eh, ngomong-ngomong, kalau mau tahu berapa minimal pinjaman KUR yang butuh jaminan, langsung aja klik Berapa Minimal Pinjaman KUR Yang Membutuhkan Dokumen Jaminan biar nggak tegang pas urus dokumen. Setelah tahu itu, baru deh kita balik lagi ke pertanyaan awal: Plafon KUR BTN yang bisa didapat, seberapa banyak sih sebenarnya yang bisa kita pinjam?
Semoga dapet banyak, amin!
Besaran Plafon Pinjaman KUR BTN Berdasarkan Sektor Usaha: Berapa Plafon Pinjaman KUR BTN Yang Bisa Saya Dapatkan
Plafon pinjaman KUR BTN bervariasi tergantung pada sektor usaha pemohon. Besaran plafon ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan modal kerja dan investasi di berbagai jenis usaha, mendukung perkembangan ekonomi dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai besaran plafon pinjaman KUR BTN berdasarkan sektor usaha, disertai contoh angka dan visualisasi perbandingan.
Plafon Pinjaman KUR BTN untuk Sektor Pertanian
Sektor pertanian, meliputi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan darat, mendapatkan perhatian khusus dalam program KUR BTN. Plafon pinjaman yang ditawarkan cukup kompetitif untuk mendukung kegiatan produksi dan peningkatan hasil panen.
Mau tahu berapa plafon pinjaman KUR BTN yang bisa kamu dapat? Eits, sabar dulu! Sebelum ngomongin angka-angka fantastis itu, kamu perlu tahu nih, ternyata suku bunga KUR itu nggak selalu sama di semua tempat. Perlu cek dulu Apakah Suku Bunga KUR Berbeda Di Setiap Daerah biar nggak kaget pas udah deal. Nah, setelah tahu seluk-beluk bunganya, baru deh kita bahas berapa plafon KUR BTN yang cocok buat kantong kamu.
Mungkin bisa dapat banyak, mungkin juga nggak, tergantung rejeki dan daerahmu, ya!
- Rentang Plafon: Rp 50 juta – Rp 500 juta
- Contoh Plafon: Seorang petani padi dapat mengajukan pinjaman Rp 100 juta untuk pengembangan lahan dan pembelian bibit unggul.
Plafon Pinjaman KUR BTN untuk Sektor Perikanan
Sektor perikanan, termasuk perikanan laut dan budidaya perikanan, juga menjadi target utama KUR BTN. Pinjaman ini dapat digunakan untuk pengadaan kapal, alat tangkap, pengembangan tambak, dan pengolahan hasil perikanan.
- Rentang Plafon: Rp 50 juta – Rp 500 juta
- Contoh Plafon: Seorang nelayan dapat mengajukan pinjaman Rp 250 juta untuk membeli kapal dan peralatan penangkapan ikan yang lebih modern.
Plafon Pinjaman KUR BTN untuk Sektor Perdagangan
Usaha perdagangan, baik skala kecil maupun menengah, dapat memperoleh akses pembiayaan melalui KUR BTN. Pinjaman ini dapat digunakan untuk menambah stok barang, mengembangkan usaha, dan meningkatkan penjualan.
- Rentang Plafon: Rp 50 juta – Rp 500 juta
- Contoh Plafon: Seorang pemilik toko kelontong dapat mengajukan pinjaman Rp 75 juta untuk menambah stok barang dan merenovasi tokonya.
Plafon Pinjaman KUR BTN untuk Sektor Jasa
Berbagai jenis usaha jasa, seperti jasa kuliner, jasa reparasi, jasa transportasi, dan jasa lainnya, juga dapat memanfaatkan KUR BTN. Pinjaman ini dapat digunakan untuk pengembangan usaha, peningkatan kualitas layanan, dan perluasan jangkauan pasar.
- Rentang Plafon: Rp 50 juta – Rp 500 juta
- Contoh Plafon: Seorang pemilik bengkel motor dapat mengajukan pinjaman Rp 150 juta untuk membeli peralatan baru dan meningkatkan kapasitas bengkelnya.
Perbandingan Plafon Pinjaman Antar Sektor
Secara umum, rentang plafon pinjaman KUR BTN untuk masing-masing sektor usaha relatif sama, yaitu antara Rp 50 juta hingga Rp 500 juta. Namun, besarnya plafon yang disetujui akan bergantung pada beberapa faktor, antara lain jenis usaha, lamanya usaha beroperasi, kemampuan usaha dalam menghasilkan pendapatan, dan agunan yang diberikan. Visualisasi sederhana perbandingan dapat digambarkan sebagai batang grafik dengan ketinggian batang mewakili rentang plafon, menunjukkan kesamaan rentang plafon di setiap sektor, namun dengan kemungkinan variasi pada jumlah yang disetujui untuk setiap pengajuan.
Prosedur Pengajuan dan Persyaratan KUR BTN
Proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BTN memerlukan pemahaman yang baik terhadap prosedur dan persyaratan yang berlaku. Ketelitian dalam melengkapi dokumen akan mempercepat proses persetujuan pinjaman. Berikut ini penjelasan detail mengenai prosedur pengajuan dan persyaratan yang dibutuhkan.
Langkah-Langkah Pengajuan KUR BTN
Pengajuan KUR BTN umumnya dilakukan secara online dan offline. Prosesnya relatif mudah, namun tetap memerlukan kesiapan dokumen yang lengkap. Berikut langkah-langkah umum yang perlu diperhatikan:
- Konsultasi dan Persiapan Dokumen: Sebelum mengajukan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan petugas Bank BTN terdekat untuk mengetahui jenis KUR yang sesuai dan persyaratan yang dibutuhkan. Siapkan seluruh dokumen persyaratan secara lengkap dan benar.
- Pengisian Formulir Permohonan: Isi formulir permohonan KUR BTN dengan lengkap dan akurat. Pastikan semua data yang Anda masukkan sesuai dengan dokumen pendukung.
- Penyerahan Dokumen: Serahkan seluruh dokumen persyaratan yang telah dilengkapi kepada petugas Bank BTN. Pastikan dokumen tersebut dalam kondisi baik dan mudah dibaca.
- Verifikasi dan Penilaian: Bank BTN akan melakukan verifikasi dan penilaian terhadap kelengkapan dokumen dan kelayakan usaha Anda. Proses ini membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
- Pencairan Dana: Setelah pengajuan disetujui, dana KUR BTN akan dicairkan ke rekening Anda.
Persyaratan Administrasi KUR BTN
Persyaratan administrasi KUR BTN bervariasi tergantung jenis KUR dan besarnya pinjaman yang diajukan. Namun, secara umum terdapat persyaratan dasar yang wajib dipenuhi.
- Fotocopy KTP
- Fotocopy Kartu Keluarga
- Fotocopy Surat Nikah/Cerai (jika sudah menikah/bercerai)
- Surat Keterangan Usaha (SKU)
- Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) / TDP (jika ada)
- NPWP
- Bukti Kepemilikan Tempat Usaha (SHM, Sertifikat Hak Milik, Sewa)
- Daftar Riwayat Hidup
- Foto Usaha
- Proposal Usaha (untuk pinjaman tertentu)
- Rekening Koran 3 bulan terakhir
- Surat Pernyataan (sesuai format yang ditentukan BTN)
Contoh dokumen persyaratan di atas dapat bervariasi tergantung kebijakan Bank BTN dan jenis KUR yang diajukan. Sebaiknya konfirmasi langsung ke kantor cabang Bank BTN terdekat untuk mendapatkan informasi yang paling akurat dan terbaru.
Tips Mempersiapkan Dokumen Persyaratan
Pastikan semua dokumen yang Anda siapkan lengkap, benar, dan mudah dibaca. Periksa kembali seluruh dokumen sebelum diserahkan ke Bank BTN untuk meminimalisir kesalahan dan mempercepat proses persetujuan. Jika ada dokumen yang kurang jelas atau tidak lengkap, segera perbaiki sebelum diserahkan. Konsultasikan dengan petugas Bank BTN jika Anda mengalami kesulitan dalam mempersiapkan dokumen.
Pertanyaan Umum Seputar KUR BTN dan Plafonnya
Memperoleh informasi yang akurat mengenai plafon pinjaman KUR BTN sangat penting bagi calon debitur agar dapat merencanakan pengajuan pinjaman dengan tepat. Kejelasan informasi ini akan membantu proses pengajuan berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan. Berikut beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan, beserta jawabannya.
Besaran Plafon Pinjaman KUR BTN, Berapa Plafon Pinjaman KUR BTN Yang Bisa Saya Dapatkan
Plafon pinjaman KUR BTN bervariasi tergantung pada jenis usaha, lokasi usaha, dan kemampuan calon debitur dalam memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Secara umum, plafon KUR BTN terbagi menjadi beberapa kategori, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Besaran plafon yang diberikan juga mempertimbangkan riwayat kredit dan kelayakan usaha calon debitur. Proses penilaian dilakukan secara cermat oleh pihak BTN untuk memastikan keberhasilan program KUR ini.
Persyaratan Pengajuan KUR BTN
Persyaratan pengajuan KUR BTN meliputi beberapa aspek penting yang harus dipenuhi calon debitur. Persyaratan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa calon debitur memiliki kemampuan dan kelayakan untuk melunasi pinjaman yang diajukan. Beberapa persyaratan umum meliputi kepemilikan usaha, dokumen pendukung usaha, dan kemampuan keuangan yang memadai. Informasi lengkap mengenai persyaratan dapat diperoleh di kantor cabang BTN terdekat atau melalui website resmi BTN.
Jangka Waktu Pengembalian Pinjaman KUR BTN
Jangka waktu pengembalian pinjaman KUR BTN juga bervariasi dan disesuaikan dengan jenis usaha dan kemampuan calon debitur. Pihak BTN akan memberikan pilihan jangka waktu yang sesuai dengan kemampuan finansial debitur, dengan tujuan agar proses pengembalian pinjaman dapat berjalan lancar tanpa memberatkan debitur. Jangka waktu ini biasanya berkisar antara beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Suku Bunga Pinjaman KUR BTN
Suku bunga pinjaman KUR BTN relatif rendah dibandingkan dengan jenis pinjaman lainnya. Besaran suku bunga ini telah ditetapkan oleh pemerintah dan bersifat kompetitif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM. Besaran suku bunga yang sebenarnya akan diinformasikan secara rinci pada saat proses pengajuan pinjaman. Calon debitur disarankan untuk memahami dengan detail terkait suku bunga ini sebelum menandatangani perjanjian pinjaman.
Proses Pengajuan KUR BTN
Proses pengajuan KUR BTN relatif mudah dan dapat dilakukan secara online maupun offline. Calon debitur dapat mengajukan permohonan melalui kantor cabang BTN terdekat atau melalui platform digital yang disediakan oleh BTN. Proses ini meliputi pengumpulan dokumen, pengajuan permohonan, verifikasi data, dan pencairan dana. Setiap tahap akan diinformasikan kepada calon debitur sehingga prosesnya dapat dipantau dengan mudah.
- Pertanyaan: Bagaimana cara mengetahui besarnya plafon KUR BTN yang dapat saya peroleh?
- Jawaban: Besarnya plafon akan ditentukan setelah proses pengajuan dan verifikasi data calon debitur oleh pihak BTN. Hal ini bergantung pada berbagai faktor seperti jenis usaha, riwayat kredit, dan kemampuan keuangan.
- Pertanyaan: Apakah ada biaya tambahan selain bunga pinjaman?
- Jawaban: Kemungkinan terdapat biaya administrasi atau biaya lainnya yang akan diinformasikan secara detail pada saat proses pengajuan. Sebaiknya calon debitur menanyakan hal ini secara rinci kepada petugas BTN.
- Pertanyaan: Apa yang terjadi jika saya gagal membayar cicilan?
- Jawaban: Kegagalan pembayaran cicilan akan berdampak pada riwayat kredit dan dapat dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak BTN akan melakukan penagihan sesuai prosedur yang berlaku.
- Pertanyaan: Berapa lama proses pencairan dana KUR BTN?
- Jawaban: Lama proses pencairan bervariasi, namun umumnya berkisar beberapa hari hingga beberapa minggu setelah pengajuan disetujui. Proses ini bergantung pada kelengkapan dokumen dan verifikasi data.
- Pertanyaan: Dimana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai KUR BTN?
- Jawaban: Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di kantor cabang BTN terdekat, website resmi BTN, atau melalui call center BTN.
Pastikan Anda membaca dan memahami seluruh syarat dan ketentuan KUR BTN sebelum mengajukan permohonan. Ketelitian dalam membaca dokumen sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi call center BTN atau kunjungi kantor cabang BTN terdekat.