Panik itu wajar saat sudah masukin kartu, ketik PIN, pilih tarik tunai, tapi uangnya tidak keluar. Apalagi kalau layar menulis transaksi gagal, atau lebih bikin deg degan lagi, saldo justru berkurang. Di Kur.co.id, kita rangkum cara menanganinya dengan urutan yang rapi, supaya uang kembali dan laporan Anda tidak muter muter.
Sebelum masuk ke penyebabnya, pahami dulu satu hal penting. Masalah tarik tunai bisa terjadi karena mesin, jaringan, atau sistem bank. Karena itu, kuncinya adalah bukti transaksi dan kronologi yang jelas, lalu lapor lewat kanal resmi.
Kenapa ATM Tidak Mengeluarkan Uang Padahal Transaksi Sudah Diproses
Kasus ini biasanya terbagi dua. Pertama, ATM menolak transaksi sejak awal, jadi uang tidak keluar dan saldo tidak berubah. Kedua, transaksi tercatat, tetapi uang tidak keluar, saldo berkurang, atau uang keluar tidak sesuai nominal. Kasus kedua yang perlu cepat ditangani.
Uang di mesin sedang kosong atau kaset uang bermasalah
Ada ATM yang tetap menerima perintah tarik tunai, tetapi stok uang di dalam mesin sudah menipis atau ada gangguan pada mekanisme pengeluaran. Akhirnya transaksi di layar seperti berjalan, namun uang tidak keluar. Ini juga dibahas oleh perbankan sebagai salah satu alasan umum uang tidak bisa ditarik di ATM.
Gangguan jaringan dan sistem bank sedang tidak stabil
Saat jaringan komunikasi ATM ke server bank terganggu, ada kemungkinan transaksi berhenti di tengah proses. Dalam banyak kasus, penyebab yang sering disebut adalah jaringan atau sistem bank yang sedang bermasalah, terutama ketika ramai transaksi atau ada pemeliharaan sistem.
Kartu, chip, atau pembacaan data tidak sempurna
Kartu yang aus, chip kotor, atau pembacaan yang tidak stabil bisa membuat proses otorisasi kacau. Kadang transaksi gagal total, kadang tercatat tetapi tidak tuntas. Ini alasan yang terlihat sepele, tetapi cukup sering terjadi pada kartu yang sudah lama dipakai.
Langkah Pertama Saat Uang Tidak Keluar di Mesin ATM
Begitu kejadian, jangan buru buru pindah mesin atau mencoba berulang kali. Tindakan terburu buru justru bisa membuat Anda sulit membuktikan kronologi.
Tetap tenang dan simpan semua bukti transaksi
Kalau ATM mengeluarkan struk, simpan. Kalau tidak ada struk, catat jam, tanggal, lokasi, nomor mesin atau kode ATM yang biasanya tertempel, serta nominal yang dicoba ditarik. Menurut penyelenggara jaringan pembayaran, langkah aman dimulai dari tidak panik, tidak merusak mesin, dan menyimpan bukti transaksi.
Cek saldo dan mutasi lewat mobile banking
Buka aplikasi bank Anda dan lihat apakah saldo benar berkurang atau hanya pending. Kadang statusnya sementara, lalu kembali otomatis setelah rekonsiliasi. Ini membantu Anda menentukan apakah perlu laporan segera atau cukup monitoring singkat.
Jangan ulang tarik tunai berkali kali dalam menit yang sama
Kalau penyebabnya mesin atau jaringan, percobaan berulang bisa memunculkan beberapa catatan transaksi. Kalau Anda butuh uang cepat, lebih aman pindah ke kanal lain seperti tarik tunai di teller atau tarik tunai tanpa kartu bila bank Anda menyediakan, setelah status saldo sudah jelas.
Jika Saldo Berkurang Tetapi Uang Tidak Keluar Ini Cara Mengurus Pengembalian
Setelah bukti aman, fokusnya adalah membuat laporan yang benar. Umumnya pengembalian diproses setelah bank melakukan pengecekan log transaksi dan data mesin.
Laporkan ke bank penerbit kartu lewat call center atau cabang
Ini jalur utama. Sampaikan kronologi singkat, nominal, lokasi ATM, dan waktu kejadian. Banyak media finansial juga menekankan bahwa langkah pertama adalah melapor ke bank, bisa lewat call center atau datang ke cabang.
Minta nomor tiket laporan dan pantau statusnya
Saat Anda sudah melapor, pastikan ada nomor registrasi atau tiket. Nomor ini penting sebagai pegangan saat follow up. Beberapa bank juga menyediakan pemantauan status pengaduan di aplikasi. Contohnya BRI menyediakan fitur pengajuan pengaduan melalui BRImo dan statusnya bisa dipantau dari menu pengaduan.
Siapkan data yang biasanya diminta petugas
Agar proses cepat, siapkan informasi ini dalam satu catatan:
| Data yang disiapkan | Contoh isi |
|---|---|
| Waktu kejadian | 11 Februari 2026 pukul 09.15 |
| Lokasi ATM | nama tempat dan kota |
| Nominal tarik tunai | Rp500.000 |
| Bank pemilik ATM | bank yang mesinnya dipakai |
| Bukti | foto struk atau tangkapan layar mutasi |
Kalau Tidak Selesai di Bank Ke Mana Harus Mengadu
Kalau bank sudah menanggapi tetapi Anda belum puas, ada jalur eskalasi yang resmi. Urutannya tetap harus benar supaya pengaduan Anda diterima.
Pengaduan ke Bank Indonesia untuk isu sistem pembayaran
Bank Indonesia menjelaskan alur pengaduan konsumen, dimulai dari melapor ke penyelenggara jasa sistem pembayaran, lalu jika belum selesai, bisa disampaikan ke BI melalui kanal pengaduan.
Jalur pelindungan konsumen di OJK
Untuk layanan sektor jasa keuangan, OJK punya aturan pelindungan konsumen yang menjadi dasar kewajiban penanganan layanan konsumen oleh pelaku usaha jasa keuangan.
Jika Anda ingin mengadu ke OJK, biasanya Anda diminta membuktikan sudah melapor ke bank terlebih dulu, misalnya dengan nomor tiket atau bukti tanggapan.
Waspada Penipuan Saat Mengurus ATM Bermasalah
Di momen panik, banyak orang tergoda mencari nomor call center lewat hasil pencarian acak atau menerima bantuan orang tak dikenal di dekat ATM. Ini celah penipuan.
Pastikan kanal bantuan benar benar resmi
Ambil nomor call center dari belakang kartu, aplikasi resmi bank, atau situs resmi bank. Hindari telepon nomor yang muncul dari unggahan tidak jelas. Beberapa panduan pengaduan juga mengingatkan agar tidak sembarang mengambil nomor layanan karena rawan nomor palsu.
Jangan bagikan PIN dan kode OTP dalam kondisi apa pun
Petugas bank tidak pernah meminta PIN. Jika ada yang mengaku membantu tetapi meminta PIN, itu tanda bahaya. Fokus Anda cukup pada laporan transaksi dan data kronologi, bukan membagikan akses rekening.
Dengan alur di atas, Anda punya pegangan yang jelas. Kuncinya adalah bukti, catatan waktu dan lokasi, lalu laporan lewat kanal resmi sampai Anda memegang nomor tiket pengaduan.

Comment