Persyaratan Khusus KUR Mikro, Kecil, dan Super Mikro

//

Hendrawan, S.H.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Jenisnya

Apa Saja Persyaratan Khusus Untuk Masing Masing Jenis KUR

Apa Saja Persyaratan Khusus Untuk Masing Masing Jenis KUR – Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pembiayaan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. KUR menawarkan suku bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah dibandingkan dengan pinjaman konvensional. Program ini dikelola oleh beberapa bank pemerintah dan swasta yang ditunjuk.

Terdapat beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan skala usaha, antara lain KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Super Mikro. Setiap jenis KUR memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda, meliputi plafon pinjaman, jangka waktu, dan persyaratan administrasi. Perbedaan ini bertujuan untuk menjangkau segmen UMKM yang lebih luas dan spesifik.

Jenis-jenis KUR dan Perbandingannya

Berikut tabel perbandingan ketiga jenis KUR yang tersedia, mencakup target penerima, plafon pinjaman, dan jangka waktu pinjaman. Perlu diingat bahwa informasi ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah dan bank penyalur.

Jenis KUR Target Penerima Plafon Pinjaman (Rp) Jangka Waktu Pinjaman (Bulan)
KUR Mikro Usaha Mikro Maksimal 50 Juta Maksimal 36 Bulan
KUR Kecil Usaha Kecil Maksimal 500 Juta Maksimal 60 Bulan
KUR Super Mikro Usaha Mikro yang sangat kecil Maksimal 10 Juta Maksimal 36 Bulan

Perbedaan Utama Antar Jenis KUR

Perbedaan utama antar jenis KUR terletak pada target pasar dan besaran pinjaman. KUR Mikro ditujukan untuk usaha mikro dengan plafon pinjaman yang lebih rendah dibandingkan KUR Kecil. KUR Kecil dirancang untuk usaha yang lebih besar dengan kebutuhan modal yang lebih tinggi. Sementara KUR Super Mikro difokuskan untuk usaha mikro yang sangat kecil dengan kebutuhan modal yang paling minim.

Ilustrasi Perbedaan Plafon Pinjaman

Diagram batang sederhana berikut menggambarkan perbedaan plafon pinjaman antar jenis KUR. Sumbu vertikal mewakili besaran plafon pinjaman dalam jutaan rupiah, sementara sumbu horizontal menunjukkan jenis KUR. KUR Kecil memiliki batang paling tinggi, mencerminkan plafon pinjamannya yang terbesar, diikuti KUR Mikro, dan KUR Super Mikro memiliki batang terpendek, menunjukkan plafon pinjamannya yang paling rendah. Perbedaan ketinggian batang secara visual menunjukkan perbedaan signifikansi besaran plafon pinjaman antar jenis KUR.

Memahami persyaratan khusus untuk masing-masing jenis KUR memang penting sebelum mengajukan permohonan. Hal ini akan membantu Anda mempersiapkan diri dengan baik dan meningkatkan peluang keberhasilan. Untuk mendapatkan formulir pengajuan, Anda bisa mengunjungi situs web atau langsung ke kantor cabang BRI terdekat. Informasi lebih detail mengenai lokasi dan prosedur pengambilan formulir bisa Anda temukan di sini: Di Mana Saya Bisa Mendapatkan Formulir Pengajuan KUR BRI Di Desember 2024.

Setelah mendapatkan formulir, pastikan Anda mempelajari kembali detail persyaratan khusus untuk jenis KUR yang Anda pilih, karena setiap jenis KUR memiliki kriteria yang berbeda-beda. Dengan persiapan yang matang, proses pengajuan KUR Anda akan lebih lancar.

Persyaratan Umum KUR: Apa Saja Persyaratan Khusus Untuk Masing Masing Jenis KUR

Sebelum membahas persyaratan khusus untuk masing-masing jenis KUR, penting untuk memahami persyaratan umum yang berlaku untuk semua jenis KUR. Memahami persyaratan ini akan mempermudah proses pengajuan dan meningkatkan peluang persetujuan pinjaman.

Persyaratan umum KUR mencakup berbagai aspek, mulai dari dokumen yang dibutuhkan hingga kriteria kelayakan pemohon. Memenuhi semua persyaratan ini merupakan langkah krusial dalam memperoleh akses pembiayaan KUR.

Dokumen yang Diperlukan untuk Pengajuan KUR

Berikut adalah beberapa dokumen penting yang umumnya dibutuhkan untuk mengajuan KUR. Pastikan semua dokumen lengkap dan akurat untuk mempercepat proses verifikasi.

Memahami persyaratan khusus untuk masing-masing jenis KUR sangat penting sebelum mengajukan pinjaman. Hal ini akan membantu Anda dalam mempersiapkan diri dan menghindari potensi masalah di kemudian hari. Setelah pinjaman cair, fokus selanjutnya adalah bagaimana merencanakan pelunasan agar lancar, dan untuk itu, mengetahui Bagaimana Cara Menutup Pinjaman KUR BRI sangat bermanfaat. Dengan memahami proses penutupan pinjaman, Anda dapat mengatur keuangan dengan lebih baik dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan KUR.

Kembali ke persyaratan awal, ingatlah bahwa pemahaman yang mendalam tentang persyaratan spesifik setiap jenis KUR akan sangat membantu keberhasilan usaha Anda.

> Contoh Dokumen: KTP, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Usaha (SKU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) / TDP (untuk usaha tertentu), NPWP (apabila memiliki), dan bukti kepemilikan aset (jika ada). Dokumen pendukung lainnya mungkin diperlukan tergantung jenis KUR dan bank penyalur.

Daftar Persyaratan Umum Pemohon KUR

Berikut ini adalah poin-poin penting yang harus dipenuhi oleh pemohon KUR. Perhatikan setiap poin dengan seksama untuk memastikan kelengkapan persyaratan.

Memahami persyaratan khusus untuk masing-masing jenis KUR sangat penting agar pengajuan Anda berjalan lancar. Setiap jenis KUR memiliki kriteria yang berbeda, dari persyaratan usaha hingga dokumen pendukung. Namun, terkadang kita menghadapi kendala seperti kuota yang habis. Jika Anda khawatir tentang hal ini, silahkan baca artikel ini untuk mengetahui langkah selanjutnya: Bagaimana Jika Kuota KUR BRI Di Desember 2024 Sudah Habis.

Dengan memahami potensi kendala seperti ini, Anda dapat mempersiapkan diri lebih baik dan fokus kembali pada kelengkapan persyaratan khusus KUR yang Anda pilih, meningkatkan peluang keberhasilan pengajuan Anda.

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki usaha produktif dan layak.
  • Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Memiliki Kartu Keluarga (KK).
  • Memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU) atau dokumen legalitas usaha lainnya.
  • Memenuhi kriteria usaha yang ditetapkan oleh bank penyalur.
  • Tidak sedang memiliki tunggakan kredit macet di bank lain.
  • Memiliki riwayat keuangan yang baik (jika diperlukan).

Pentingnya Memenuhi Persyaratan Umum KUR

Memenuhi semua persyaratan umum KUR sangat penting untuk meningkatkan peluang persetujuan pinjaman. Kelengkapan dan keakuratan dokumen yang diajukan akan mempercepat proses verifikasi dan mengurangi risiko penolakan. Ketidaklengkapan dokumen atau ketidaksesuaian dengan persyaratan dapat mengakibatkan penundaan atau bahkan penolakan pengajuan KUR.

Memahami persyaratan khusus untuk masing-masing jenis KUR sangat penting sebelum mengajukan permohonan. Setiap jenis KUR, baik untuk usaha mikro, kecil, maupun menengah, memiliki kriteria yang berbeda. Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah mengenai biaya-biaya yang terkait, termasuk apakah ada biaya administrasi tambahan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, Anda bisa mengunjungi laman ini: Apakah Ada Biaya Administrasi KUR.

Mengetahui detail biaya akan membantu Anda merencanakan anggaran dengan lebih baik dan mempersiapkan diri untuk memenuhi seluruh persyaratan KUR yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proses pengajuan KUR Anda akan lebih lancar dan terarah.

Persyaratan Khusus KUR Mikro

KUR Mikro merupakan jenis Kredit Usaha Rakyat yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro dengan skala bisnis yang lebih kecil dibandingkan KUR lainnya. Persyaratannya dirancang agar lebih mudah diakses, namun tetap memperhatikan aspek kelayakan usaha. Perbedaannya dengan KUR Kecil dan KUR TKI terletak pada plafon pinjaman, agunan, dan persyaratan administrasi yang lebih sederhana.

Persyaratan Khusus KUR Mikro

Secara umum, persyaratan KUR Mikro meliputi kepemilikan usaha mikro yang telah berjalan minimal 6 bulan, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Surat Keterangan Usaha (SKU). Beberapa bank mungkin juga meminta tambahan dokumen seperti NPWP, bukti kepemilikan tempat usaha, atau fotokopi rekening koran. Plafon pinjaman KUR Mikro biasanya lebih rendah dibandingkan jenis KUR lainnya, dan agunan yang dibutuhkan pun lebih fleksibel, bahkan bisa tanpa agunan.

Perbedaan Persyaratan KUR Mikro dengan Jenis KUR Lainnya

Tabel berikut membandingkan persyaratan KUR Mikro dengan KUR Kecil dan KUR TKI. Perbedaan utama terletak pada plafon pinjaman, jenis agunan yang dibutuhkan, dan persyaratan administrasi. KUR Mikro memiliki persyaratan yang paling sederhana dan plafon yang paling rendah, sedangkan KUR Kecil dan KUR TKI memiliki persyaratan yang lebih ketat dan plafon yang lebih tinggi.

Jenis KUR Plafon Pinjaman Agunan Persyaratan Administrasi
KUR Mikro Rp 50 juta – Rp 100 juta (bervariasi antar bank) Bisa tanpa agunan, atau agunan berupa jaminan usaha KTP, KK, SKU, dan mungkin dokumen pendukung lainnya
KUR Kecil Rp 100 juta – Rp 500 juta (bervariasi antar bank) Agunan berupa jaminan usaha atau aset lainnya KTP, KK, SKU, NPWP, laporan keuangan, dan dokumen pendukung lainnya
KUR TKI Sesuai kebutuhan, dengan limit tertentu Biasanya memerlukan jaminan tambahan KTP, KK, dokumen kepegawaian, dan dokumen pendukung lainnya

Contoh Kasus Pengajuan KUR Mikro: Sukses dan Gagal

Berikut contoh kasus pengajuan KUR Mikro. Kasus sukses misalnya Bu Ani, pemilik warung makan kecil yang telah berjalan selama 1 tahun, mengajukan KUR Mikro dengan plafon Rp 50 juta untuk pengembangan usahanya. Ia melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan dan memiliki riwayat keuangan yang baik, sehingga pengajuannya disetujui. Kasus gagal misalnya Pak Budi, pemilik usaha baru yang belum memiliki riwayat keuangan yang jelas dan tidak mampu memenuhi persyaratan administrasi, sehingga pengajuannya ditolak.

Langkah-langkah Pengajuan KUR Mikro

  1. Persiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
  2. Kunjungi bank penyalur KUR terdekat.
  3. Isi formulir pengajuan KUR Mikro.
  4. Ajukan pengajuan dan serahkan dokumen.
  5. Tunggu proses verifikasi dan persetujuan.
  6. Jika disetujui, tanda tangani perjanjian kredit.
  7. Dana KUR akan dicairkan ke rekening pemohon.

Perbandingan Persyaratan KUR Mikro di Beberapa Bank

Persyaratan KUR Mikro dapat sedikit berbeda antar bank. Berikut contoh perbandingan (data bersifat ilustrasi dan dapat berubah sewaktu-waktu):

Bank Plafon Maksimal Jangka Waktu Persyaratan Tambahan
Bank A Rp 100 juta 3 tahun Rekening tabungan aktif minimal 6 bulan
Bank B Rp 75 juta 2 tahun Surat keterangan domisili
Bank C Rp 50 juta 1 tahun Tidak ada persyaratan tambahan khusus

Persyaratan Khusus KUR Kecil

KUR Kecil, salah satu skema Kredit Usaha Rakyat, menawarkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha dengan skala menengah. Persyaratannya lebih ketat dibandingkan KUR Mikro dan KUR Super Mikro, mencerminkan skala usaha yang lebih besar dan potensi risiko yang mungkin lebih tinggi. Berikut ini akan dijelaskan persyaratan khusus KUR Kecil, dibandingkan dengan KUR Mikro dan KUR Super Mikro, beserta alur pengajuan, studi kasus, dan perbedaan persyaratan berdasarkan sektor usaha.

Memahami persyaratan khusus untuk masing-masing jenis KUR memang penting, karena hal ini akan sangat mempengaruhi peluang persetujuan pengajuan Anda. Perlu diingat bahwa riwayat kredit yang baik menjadi faktor kunci. Jika Anda merasa riwayat kredit Anda perlu perbaikan untuk pengajuan KUR BRI di Desember 2024, baca panduan lengkapnya di sini: Bagaimana Cara Memperbaiki Riwayat Kredit Agar Pengajuan KUR BRI Disetujui Di Desember 2024.

Dengan riwayat kredit yang sehat, Anda akan lebih mudah memenuhi persyaratan khusus setiap jenis KUR, menambah kepercayaan diri dalam proses pengajuan dan meningkatkan peluang keberhasilan Anda. Oleh karena itu, perhatikan detail persyaratan setiap jenis KUR agar prosesnya berjalan lancar.

Persyaratan Khusus KUR Kecil Dibandingkan KUR Mikro dan KUR Super Mikro

Perbedaan utama terletak pada plafon pinjaman, agunan, dan persyaratan administrasi. KUR Kecil memiliki plafon yang lebih tinggi, membutuhkan agunan yang lebih substansial, dan proses verifikasi yang lebih detail. Berikut tabel perbandingannya:

Karakteristik KUR Mikro KUR Super Mikro KUR Kecil
Plafon Pinjaman Maksimal Rp 50 juta Maksimal Rp 10 juta Rp 50 juta – Rp 500 juta
Agunan Biasanya tanpa agunan Tanpa agunan Diperlukan agunan, bisa berupa BPKB, sertifikat tanah, atau aset lainnya
Persyaratan Administrasi Relatif Sederhana Sangat Sederhana Lebih kompleks, meliputi laporan keuangan, rencana usaha, dan dokumen pendukung lainnya
Jangka Waktu Pinjaman Maksimal 3 tahun Maksimal 3 tahun Maksimal 5 tahun

Alur Pengajuan KUR Kecil

Proses pengajuan KUR Kecil umumnya melibatkan beberapa tahapan. Berikut flowchart sederhana yang menggambarkan alur tersebut:

[Berikut ilustrasi flowchart sederhana. Mulai dari pengajuan aplikasi, verifikasi dokumen, survei lapangan, persetujuan pinjaman, pencairan dana, hingga pelunasan pinjaman. Setiap tahap memiliki keterangan singkat mengenai aktivitas yang dilakukan pada tahap tersebut. Misalnya, pada tahap verifikasi dokumen, disebutkan bahwa pihak bank akan memverifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diajukan. Pada tahap survei lapangan, disebutkan bahwa petugas bank akan melakukan survei ke lokasi usaha untuk menilai kelayakan usaha. ]

Studi Kasus Pengajuan KUR Kecil

Contoh Kasus: Bu Ani, pemilik usaha konveksi kecil, mengajukan KUR Kecil sebesar Rp 200 juta untuk pengembangan usahanya. Ia memiliki agunan berupa sertifikat tanah dan bangunan tempat usahanya. Setelah melalui proses verifikasi dan survei, pengajuan Bu Ani disetujui. Faktor keberhasilannya adalah kelengkapan dokumen, rencana usaha yang matang, dan agunan yang memadai. Sebaliknya, jika Bu Ani tidak memiliki agunan yang cukup atau rencana usahanya tidak jelas, pengajuannya kemungkinan besar akan ditolak.

Perbedaan Persyaratan KUR Kecil Berdasarkan Sektor Usaha

Persyaratan KUR Kecil dapat bervariasi tergantung sektor usaha. Misalnya, untuk sektor pertanian, mungkin akan dibutuhkan bukti kepemilikan lahan atau ijin usaha pertanian. Untuk sektor perikanan, bukti kepemilikan kapal atau kolam ikan mungkin diperlukan. Sedangkan untuk sektor perdagangan, dokumen pendukung seperti surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan NPWP menjadi penting. Secara umum, persyaratan akan disesuaikan dengan karakteristik dan risiko masing-masing sektor usaha.

Persyaratan Khusus KUR Super Mikro

Apa Saja Persyaratan Khusus Untuk Masing Masing Jenis KUR

KUR Super Mikro dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro dengan skala bisnis yang sangat kecil. Persyaratannya lebih sederhana dan aksesnya lebih mudah dibandingkan dengan KUR Mikro dan KUR lainnya. Perbedaan utama terletak pada plafon pinjaman yang lebih rendah dan persyaratan administrasi yang disederhanakan. Berikut ini uraian lengkapnya.

Perbedaan Persyaratan KUR Super Mikro dengan Jenis KUR Lainnya, Apa Saja Persyaratan Khusus Untuk Masing Masing Jenis KUR

KUR Super Mikro memiliki perbedaan signifikan dengan KUR Mikro dan KUR lainnya, terutama dalam hal plafon pinjaman dan persyaratan administrasi. KUR Mikro dan KUR lainnya umumnya memiliki plafon yang lebih tinggi dan persyaratan administrasi yang lebih kompleks, termasuk agunan tambahan. KUR Super Mikro dirancang untuk memudahkan akses pembiayaan bagi usaha mikro yang sangat kecil, sehingga persyaratannya lebih fleksibel dan mudah dipenuhi.

Poin-Poin Penting Perbedaan Persyaratan KUR Super Mikro dan KUR Mikro

  • Plafon Pinjaman: KUR Super Mikro memiliki plafon pinjaman yang jauh lebih rendah dibandingkan KUR Mikro.
  • Agunan: KUR Super Mikro umumnya tidak memerlukan agunan tambahan, berbeda dengan KUR Mikro yang mungkin memerlukannya tergantung pada besarnya pinjaman.
  • Persyaratan Administrasi: Persyaratan administrasi KUR Super Mikro jauh lebih sederhana dan mudah dipenuhi dibandingkan KUR Mikro. Proses pengajuannya juga cenderung lebih cepat.
  • Jangka Waktu Pinjaman: Jangka waktu pinjaman KUR Super Mikro biasanya lebih pendek dibandingkan KUR Mikro.

Contoh Kasus Pengajuan KUR Super Mikro dan Analisisnya

Bu Ani, seorang pedagang makanan kecil keliling, mengajukan KUR Super Mikro sebesar Rp 10 juta untuk menambah modal usaha gerobaknya. Ia memenuhi persyaratan dengan mudah karena hanya perlu melampirkan KTP, KK, dan surat keterangan usaha dari kelurahan. Pengajuannya disetujui dan Bu Ani berhasil mengembangkan usahanya. Keberhasilannya dipengaruhi oleh kesederhanaan persyaratan KUR Super Mikro dan kebutuhan modal yang tepat sasaran. Sebaliknya, jika Bu Ani mengajukan KUR Mikro dengan plafon lebih tinggi, prosesnya akan lebih rumit dan mungkin membutuhkan agunan tambahan yang tidak dimilikinya.

Ringkasan Persyaratan KUR Super Mikro

  • Memiliki usaha mikro yang sudah berjalan.
  • Memenuhi persyaratan identitas diri (KTP, KK).
  • Memiliki surat keterangan usaha dari pihak berwenang (misalnya, kelurahan).
  • Memiliki proposal usaha yang sederhana.
  • Plafon pinjaman relatif kecil, biasanya di bawah Rp 10 juta.
  • Umumnya tidak memerlukan agunan tambahan.

Pertanyaan Umum Seputar KUR

Mempersiapkan pengajuan KUR memerlukan pemahaman yang baik tentang persyaratan dan prosesnya. Seringkali, calon debitur memiliki pertanyaan umum yang perlu dijawab sebelum mengajukan permohonan. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum seputar KUR beserta jawabannya, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mengurangi kebingungan dalam proses pengajuan.

Persyaratan Umum Pengajuan KUR

Persyaratan umum KUR meliputi dokumen identitas diri, bukti kepemilikan usaha, dan dokumen pendukung lainnya yang menunjukkan kelayakan usaha pemohon. Dokumen-dokumen ini diverifikasi untuk memastikan keaslian dan keabsahannya. Ketidaklengkapan dokumen akan mengakibatkan penolakan pengajuan.

  • KTP dan Kartu Keluarga merupakan dokumen identitas utama yang wajib dilampirkan.
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) atau dokumen legalitas usaha lainnya dibutuhkan untuk membuktikan eksistensi dan legalitas usaha.
  • Bukti kepemilikan aset usaha, seperti sertifikat tanah atau bukti kepemilikan peralatan, dapat meningkatkan peluang persetujuan.
  • Rekam jejak keuangan usaha, seperti laporan keuangan, juga penting untuk menunjukkan kinerja dan kemampuan usaha dalam membayar cicilan.

Proses Verifikasi dan Validasi Dokumen

Setelah pengajuan, bank akan melakukan verifikasi dan validasi dokumen. Proses ini bertujuan untuk memastikan keaslian dan keabsahan dokumen yang diajukan, serta kelayakan usaha pemohon. Verifikasi meliputi pengecekan identitas pemohon, legalitas usaha, dan riwayat kredit. Validasi meliputi pengecekan kelengkapan dokumen dan konsistensi informasi yang diberikan.

  1. Verifikasi identitas dilakukan dengan membandingkan data pada dokumen dengan database kependudukan.
  2. Verifikasi legalitas usaha dilakukan dengan mengecek keberadaan dan legalitas usaha pemohon.
  3. Verifikasi riwayat kredit dilakukan dengan mengecek riwayat kredit pemohon di Sistem Informasi Debitur (SID).
  4. Validasi kelengkapan dokumen memastikan semua dokumen yang dibutuhkan telah dilampirkan.
  5. Validasi konsistensi informasi memastikan tidak ada inkonsistensi informasi antara dokumen yang diajukan.

Sanksi Pemberian Informasi Tidak Benar

Memberikan informasi yang tidak benar dalam pengajuan KUR dapat berakibat fatal. Bank memiliki hak untuk menolak pengajuan, bahkan dapat menindaklanjuti secara hukum jika ditemukan unsur pemalsuan dokumen atau penipuan. Sanksi dapat berupa denda, pencantuman nama dalam daftar hitam debitur, hingga proses hukum pidana.

Jenis Sanksi Penjelasan
Penolakan Pengajuan Pengajuan KUR akan ditolak jika ditemukan informasi yang tidak benar.
Denda Administratif Bank dapat mengenakan denda administratif atas pemberian informasi yang tidak benar.
Daftar Hitam Debitur Nama pemohon dapat dicantumkan dalam daftar hitam debitur, sehingga akan sulit mendapatkan pinjaman di masa mendatang.
Proses Hukum Pidana Jika ditemukan unsur pemalsuan dokumen atau penipuan, pemohon dapat dijerat dengan proses hukum pidana.

Contoh Kasus Pemberian Informasi Tidak Benar

Misalnya, seorang pemohon KUR memberikan informasi palsu tentang pendapatan usahanya. Setelah diverifikasi, bank menemukan ketidaksesuaian antara informasi yang diberikan dengan data riil di lapangan. Akibatnya, pengajuan ditolak dan pemohon terancam sanksi administratif dan bahkan pidana, tergantung tingkat kesengajaan dan kerugian yang ditimbulkan.