Business
Home » Berita » 7 Alasan Susah Dapat Driver Gojek di Resto Anda, Nomor 5 Paling Ngeselin!

7 Alasan Susah Dapat Driver Gojek di Resto Anda, Nomor 5 Paling Ngeselin!

alasan susah dapat driver gojek
alasan susah dapat driver gojek

Di jam makan siang, notifikasi orderan makanan beruntun masuk ke aplikasi. Namun satu hal yang membuat banyak pelanggan dan pemilik resto mengeluh adalah alasan susah dapat driver gojek yang seakan jadi rutinitas baru. Orderan sudah dibuat, makanan sudah siap, tapi pengemudi tak kunjung mengambil. Keluhan bermunculan di media sosial, antrean di resto menumpuk, dan reputasi layanan pesan antar ikut dipertaruhkan.

Fenomena ini tidak hanya dirasakan di kota besar yang lalu lintasnya padat, tetapi juga merambah ke kota satelit dan kawasan penyangga. Banyak yang bertanya tanya, apakah ini murni soal jumlah driver yang kurang, atau ada faktor lain yang membuat driver enggan mengambil pesanan di resto tertentu. Untuk menjawabnya, perlu melihat dari berbagai sisi, mulai dari pola kerja mitra pengemudi, sistem aplikasi, hingga kebijakan restoran itu sendiri.

Mengapa Alasan Susah Dapat Driver Gojek Kian Sering Terjadi

Keluhan soal alasan susah dapat driver gojek bukan lagi kasus terpencar, melainkan pola yang berulang di jam jam tertentu. Di satu sisi, permintaan pesanan makanan terus meningkat. Di sisi lain, ketersediaan driver yang siap mengambil order tidak selalu sebanding, apalagi di titik titik yang dianggap kurang menguntungkan bagi pengemudi.

Di balik layar, sistem algoritma aplikasi berusaha mencocokkan pesanan dengan driver terdekat yang dianggap paling sesuai. Namun pertimbangan driver tidak sesederhana jarak. Mereka juga menimbang tingkat kemacetan, potensi antrean di resto, reputasi resto dalam menyiapkan pesanan, hingga tarif yang mereka terima. Kombinasi faktor inilah yang kemudian menciptakan celah, di mana pesanan pelanggan tertahan karena tidak ada driver yang mau atau bisa mengambil.

Ada pula pengaruh perubahan pola hidup pascapandemi. Banyak driver yang beralih ke sektor lain, sementara yang bertahan mencoba lebih selektif demi mengejar penghasilan yang stabil. Alhasil, beberapa resto dan area tertentu jadi kurang menarik, dan di situlah pelanggan merasakan langsung sulitnya mendapatkan driver.

Kata-kata Promosi Toko Sembako Paling Ampuh Bikin Laris!

Resto Ramai, Antrean Panjang, Driver Enggan Menunggu

Bagi driver, waktu adalah uang. Setiap menit menunggu di resto berarti menunda kesempatan mengambil order lain. Ini menjadi salah satu alasan susah dapat driver gojek yang paling sering disampaikan mitra pengemudi ketika ditanya soal resto yang mereka hindari.

Resto yang selalu ramai dan terkenal lambat menyiapkan pesanan sering kali masuk daftar hitam tak resmi di kalangan driver. Mereka saling berbagi informasi di grup percakapan, menyebutkan mana saja resto yang kerap membuat mereka menunggu lebih dari 20 hingga 30 menit. Bagi driver, menunggu selama itu untuk satu orderan dianggap tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima.

Di sisi resto, tingginya volume pesanan sering dijadikan pembenaran atas keterlambatan. Namun tanpa perbaikan manajemen dapur dan sistem antrian khusus untuk pesanan online, situasi ini hanya akan menambah panjang daftar pelanggan yang mengeluh dan driver yang enggan datang.

> “Buat driver, resto yang bikin nunggu lama itu sama saja seperti rugi waktu. Mereka akan memilih resto yang bisa kasih kepastian, bukan sekadar nama besar.”

Lokasi Resto Sulit Diakses, Bikin Driver Berpikir Ulang

Tidak semua resto berada di lokasi yang mudah dijangkau. Ada yang berada di dalam gang sempit, di area parkir terbatas, atau di gedung perkantoran yang mengharuskan driver melewati prosedur keamanan berlapis. Kondisi ini menjadi salah satu alasan susah dapat driver gojek yang kerap tidak disadari pemilik usaha.

5 Cara Mengatasi Harga GoFood Mahal, Nomor 3 Bikin Kaget!

Driver akan mempertimbangkan tingkat kerepotan ketika menerima order. Jika untuk mengambil satu pesanan saja mereka harus memarkir kendaraan jauh, berjalan kaki cukup jauh, atau berhadapan dengan aturan parkir yang ketat dan berisiko kena teguran, maka motivasi untuk mengambil order dari resto tersebut otomatis turun. Apalagi jika tarif pengantaran dinilai tidak sepadan dengan usaha ekstra yang harus mereka keluarkan.

Di kawasan perkantoran dan apartemen, masalah ini makin terasa. Driver sering mengeluh soal susahnya akses masuk, tidak adanya petunjuk yang jelas, hingga petugas keamanan yang kurang kooperatif. Bagi pelanggan, semua itu hanya terlihat sebagai lambatnya layanan, sementara bagi driver, itu adalah beban tambahan yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih order.

Jam Sibuk, Order Menumpuk, Driver Kewalahan

Setiap hari, ada pola jam sibuk yang bisa diprediksi. Pagi hari untuk sarapan, siang di jam makan siang kantor, dan malam ketika banyak keluarga memesan makan di rumah. Di jam jam ini, alasan susah dapat driver gojek makin terasa, karena permintaan melonjak tajam sementara kapasitas driver tetap terbatas.

Di jam sibuk, driver cenderung memilih order yang paling cepat dan menguntungkan. Mereka akan menimbang jarak, tarif, dan reputasi resto dalam menyiapkan pesanan. Resto yang tercatat sering membuat pesanan molor atau berlokasi di kawasan super macet akan cenderung dihindari, terutama jika ada banyak pilihan resto lain yang lebih bersahabat dari sisi waktu dan akses.

Pelanggan yang memesan di jam sibuk sering kali tidak menyadari bahwa aplikasi sedang berjuang keras mencarikan driver. Notifikasi “mencari driver” berputar cukup lama, lalu disusul pembatalan otomatis jika tidak ada yang mengambil. Di titik ini, ketidakpuasan mengarah ke platform dan resto, padahal di lapangan driver sedang kewalahan mengatur ritme kerja mereka.

7 Warna Cat Warung Menarik yang Bikin Pembeli Betah!

Tarif Dinilai Kurang Menarik, Driver Lebih Selektif

Di balik layar, driver selalu melihat angka. Mereka menghitung jarak, tarif, serta potensi waktu tunggu. Jika kombinasi itu dianggap tidak menguntungkan, mereka bisa saja menolak atau mengabaikan orderan. Inilah alasan susah dapat driver gojek yang paling sering dibicarakan di komunitas pengemudi, meski jarang disampaikan secara terbuka kepada pelanggan.

Ketika ada promo besar besaran untuk pelanggan, tarif yang diterima driver tidak selalu naik sebanding. Ada situasi di mana pelanggan menikmati potongan harga signifikan, namun driver justru merasa nilai bersih yang mereka terima kurang memadai untuk menutup biaya operasional harian, seperti bensin dan perawatan kendaraan. Akibatnya, beberapa jenis order, termasuk dari resto tertentu, jadi kurang menarik.

Di kawasan yang macet, tarif yang dianggap kecil untuk jarak yang cukup jauh akan membuat driver berpikir dua kali. Mereka lebih memilih order yang mungkin jaraknya lebih pendek tetapi lebih cepat selesai, sehingga bisa mengejar jumlah order lebih banyak dalam satu hari. Bagi resto yang sering mengandalkan promo untuk menarik pelanggan, ini bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang juga memperhatikan sisi pengemudi.

> “Selama tarif tidak sebanding dengan waktu dan resiko di jalan, driver akan tetap pilih pilih order. Ini bukan soal malas, tapi soal bertahan hidup.”

Aplikasi Error, Gangguan Sistem, Order Tidak Terbaca

Tidak semua alasan susah dapat driver gojek berasal dari faktor manusia. Gangguan teknis di aplikasi juga berperan cukup besar. Ada kalanya sistem mengalami error, notifikasi order terlambat masuk ke driver, atau peta lokasi tidak terbaca dengan akurat. Bagi pelanggan, ini tampak seperti tidak adanya driver di sekitar, padahal driver justru tidak mendapat informasi orderan yang sebenarnya tersedia.

Driver kerap mengeluhkan aplikasi yang tiba tiba keluar sendiri, GPS yang melompat lompat, hingga pesanan yang menghilang sebelum sempat diterima. Di sisi lain, pelanggan melihat status yang membingungkan, seperti order tertahan di tahap pencarian driver dalam waktu yang tidak wajar. Gangguan seperti ini biasanya terjadi di jam padat atau saat ada pembaruan sistem, dan efeknya langsung terasa di lapangan.

Resto yang bergantung penuh pada layanan pesan antar akan merasakan penurunan order secara drastis ketika gangguan teknis terjadi. Tanpa komunikasi yang jelas dari platform, mereka hanya bisa menebak nebak penyebab sepinya driver, sementara pelanggan terus mengirim komplain karena pesanan sulit diproses.

Resto Punya Reputasi Kurang Baik di Mata Driver

Selain faktor teknis dan tarif, ada juga faktor reputasi yang memengaruhi alasan susah dapat driver gojek. Di kalangan driver, informasi soal resto yang dianggap “bermasalah” menyebar dengan sangat cepat. Misalnya resto yang sering salah pesanan, staf yang dianggap kurang ramah, atau manajemen yang sering menyalahkan driver di depan pelanggan.

Beberapa driver mengaku menghindari resto yang kerap membuat mereka jadi sasaran kemarahan pelanggan karena kesalahan internal resto sendiri. Misalnya pesanan yang tidak lengkap, makanan yang terlalu lama dibuat, atau resto yang menolak mengakui kesalahan dan justru menyalahkan driver. Situasi seperti ini membuat driver merasa tidak dilindungi dan memilih untuk tidak lagi mengambil order dari resto tersebut jika ada alternatif lain.

Resto yang tidak menyediakan area tunggu layak untuk driver juga masuk dalam catatan. Menunggu di pinggir jalan tanpa tempat berteduh, tanpa akses toilet, dan tanpa kepastian waktu siap pesanan membuat driver merasa tidak dihargai. Dalam jangka panjang, hal ini membentuk persepsi negatif yang sulit diperbaiki hanya dengan promosi sesaat.

Strategi Resto Mengurangi Alasan Susah Dapat Driver Gojek

Fenomena alasan susah dapat driver gojek bukan sesuatu yang bisa diatasi dalam semalam. Namun resto sebenarnya memiliki ruang gerak cukup luas untuk memperbaiki situasi. Dimulai dari hal hal sederhana seperti mempercepat proses penyiapan pesanan online, menyediakan jalur khusus untuk order aplikasi, hingga menyiapkan area tunggu yang manusiawi bagi para driver.

Komunikasi juga memegang peran penting. Resto yang aktif memberi informasi estimasi waktu kepada driver, bersikap sopan, dan sigap ketika terjadi kesalahan akan lebih dihargai. Driver cenderung loyal kepada resto yang memperlakukan mereka sebagai mitra, bukan sekadar kurir yang datang dan pergi tanpa dihitung perannya.

Di sisi lain, pelanggan bisa membantu dengan memesan di waktu yang lebih longgar ketika memungkinkan, memberi catatan alamat yang jelas, dan tidak buru buru menyalahkan driver atas setiap keterlambatan. Semakin banyak pihak memahami realitas di lapangan, semakin besar peluang fenomena sulitnya mendapatkan driver bisa berkurang, meski mungkin tidak benar benar hilang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *