Kalau Anda sedang membandingkan opsi pinjaman berbasis syariah, bank bjb syariah termasuk yang punya pilihan cukup lengkap, dari pembiayaan usaha sampai pembiayaan konsumtif untuk rumah dan kebutuhan keluarga. Di Kur.co.id, kami sering menerima pertanyaan yang sama, pinjaman mana yang cocok, syaratnya seperti apa, lalu angka plafon dan tenornya berapa. Di artikel ini saya rangkum jalur pinjaman utama yang paling sering dicari nasabah, dengan bahasa yang tidak muter muter.
Kenal dulu peta pinjaman di bank bjb syariah
Di bank bjb syariah, produk pembiayaan umumnya terbagi menjadi dua kelompok besar, pembiayaan produktif dan pembiayaan konsumtif. Kelompok produktif biasanya terkait modal usaha, modal kerja, dan investasi usaha. Sementara kelompok konsumtif mencakup pembiayaan rumah, pembiayaan serbaguna untuk kebutuhan keluarga, hingga pembiayaan yang ditujukan untuk pegawai dengan penghasilan tetap.
Buat saya, peta ini penting agar Anda tidak salah jalur sejak awal. Banyak yang butuh modal usaha tapi malah fokus ke pembiayaan konsumtif, lalu bingung ketika diminta dokumen usaha. Sebaliknya, ada yang ingin biaya pendidikan atau kesehatan, tapi memaksa masuk jalur usaha, padahal lebih cocok ke serbaguna.
KUR Syariah untuk UMKM yang ingin napasnya lega
KUR Syariah adalah fasilitas pembiayaan yang ditujukan untuk pelaku usaha skala mikro, kecil, hingga menengah. Produk ini biasanya dicari karena plafonnya bisa menyesuaikan kebutuhan usaha, dari level kecil sampai angka yang lebih besar untuk pengembangan.
Kalau Anda pelaku UMKM yang sudah jalan dan butuh tambahan perputaran stok, KUR biasanya jadi opsi yang paling sering saya sarankan untuk dilihat lebih dulu, karena skemanya memang didesain untuk usaha kecil menengah, bukan sekadar pinjaman konsumtif.
KUR Mikro dan KUR Kecil, bedanya ada di angka dan agunan
KUR Mikro umumnya berada di rentang pembiayaan kecil hingga menengah, cocok untuk usaha yang sedang bertumbuh tetapi belum membutuhkan plafon besar. Tenornya biasanya lebih pendek untuk modal kerja, dan sedikit lebih panjang untuk kebutuhan investasi usaha. Banyak orang memilih jalur ini karena pengajuannya relatif ringan, terutama bagi pelaku usaha yang sudah punya aktivitas usaha jelas dan rutinitas transaksi yang bisa dibaca.
Sementara KUR Kecil berada pada rentang plafon yang lebih besar, sehingga prosesnya biasanya lebih detail, termasuk kemungkinan diminta agunan sesuai kebutuhan analisis bank. Dari pengalaman saya menulis isu KUR, KUR Kecil sering dipilih pelaku usaha yang sudah punya kontrak, sudah punya aset usaha, atau sedang ingin loncat kelas, misalnya menambah mesin produksi, memperbesar tempat usaha, atau memperkuat suplai barang.
“Kalau arus kas usaha Anda masih campur dengan uang pribadi, bereskan itu dulu, karena bank akan membaca kebiasaan finansial Anda dari dokumen dan pola transaksi.”
Pembiayaan Serbaguna untuk kebutuhan keluarga yang jelas tujuannya
Untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif tetapi terukur, pembiayaan serbaguna sering jadi incaran. Umumnya jalur ini dipakai untuk pembelian barang atau jasa tertentu, misalnya pendidikan, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, hingga layanan perjalanan ibadah, tergantung ketentuan bank.
Yang perlu Anda pegang, pembiayaan serbaguna itu paling nyaman kalau tujuannya jelas, nominalnya jelas, dan sumber pembayarannya jelas. Jangan mengajukan serbaguna sekadar untuk menutup lubang utang lain tanpa rencana, karena cicilan bulanan tetap akan menunggu setiap tanggal jatuh tempo.
PPR iB Maslahah untuk yang serius mengejar rumah
Kalau target Anda rumah, jalurnya biasanya lewat pembiayaan pemilikan rumah. Produk ini dapat mencakup pembelian rumah baru atau bekas, renovasi, pembangunan, take over, sampai pembiayaan ulang sesuai ketentuan bank. Umumnya tersedia tenor panjang, sehingga cicilan bisa lebih ringan dibanding pembiayaan jangka pendek, walau total pembayaran tetap perlu dihitung matang.
“Buat saya, pinjaman rumah itu bukan soal cicilan terendah, tapi soal cicilan yang paling sanggup Anda jaga konsisten sampai akhir.”
Kalau Anda tipe yang penghasilannya stabil, pembiayaan rumah memberi ruang napas lewat tenor panjang. Namun, saya selalu menekankan satu hal, jangan memaksakan cicilan mepet batas, sisakan ruang untuk kebutuhan hidup, dana darurat, dan biaya tak terduga.
Pembiayaan Kesejahteraan Pegawai untuk yang gajinya fixed dan instansinya kerja sama
Untuk pegawai yang penghasilannya tetap, biasanya ada jalur pembiayaan yang menyasar kebutuhan kesejahteraan pegawai, termasuk model yang pembayarannya dapat terhubung dengan sistem gaji atau kerja sama instansi. Karena sumber penghasilan lebih mudah diverifikasi, prosesnya sering lebih rapi, terutama jika instansi tempat Anda bekerja sudah memiliki kerja sama resmi.
Kalau Anda ASN atau karyawan institusi yang sudah ada perjanjian dengan bank, jalur ini sering terasa lebih mulus karena mekanismenya memang dirancang untuk payroll dan kepastian penghasilan.
Modal Kerja dan Pembiayaan Investasi untuk bisnis yang ingin naik kelas
Bagi pelaku usaha yang sudah berjalan dan ingin memperbesar kapasitas, jalur modal kerja dan investasi adalah dua pintu yang sering dibicarakan. Modal kerja biasanya fokus ke kebutuhan operasional sehari hari, misalnya pembelian stok, biaya produksi, biaya distribusi, atau menutup kebutuhan kas jangka pendek ketika penjualan sedang naik turun.
Sementara pembiayaan investasi lebih mengarah ke pembelian aset usaha, misalnya mesin, peralatan, pembangunan tempat usaha, atau ekspansi kapasitas produksi. Buat banyak UMKM, keputusan terbesar ada di sini, memilih memperkuat putaran kas dulu atau langsung investasi aset. Keduanya sah, tapi risikonya beda, dan cara bank menilai juga beda.
Cara mengajukan supaya tidak bolak balik
Pola aman yang saya lihat di lapangan, Anda perlu menyiapkan dua hal sejak awal, identitas dan cerita usaha atau cerita kebutuhan. Identitas biasanya standar, seperti KTP, KK, dan dokumen pendukung lainnya. Untuk jalur usaha, biasanya diminta bukti usaha, legalitas atau surat keterangan, serta catatan sederhana tentang aktivitas usaha.
Saran saya, sebelum datang ke kantor cabang, tulis dulu kebutuhan Anda dalam satu paragraf, berapa dana yang dibutuhkan, untuk apa, cicilan aman di angka berapa, dan sumber bayar dari mana. Dengan ringkasan kecil seperti itu, sesi awal dengan petugas bank biasanya lebih cepat masuk ke jalur produk yang tepat, bukan sekadar tanya jawab yang melebar ke mana mana.

Comment