Ekonomi
Home » Berita » Take Over Pinjaman Bukan Sekadar Pindah Bank, Ini Cara Kerjanya

Take Over Pinjaman Bukan Sekadar Pindah Bank, Ini Cara Kerjanya

Take over pinjaman sering terdengar seperti jalan pintas untuk mer­ingankan cicilan. Padahal, di lapangan prosesnya lebih mirip pemindahan kewajiban kredit yang perlu dihitung teliti, karena ada biaya, proses analisis ulang, sampai urusan jaminan yang ikut berpindah. Di Kur.co.id, kami sering menemui pembaca yang tertarik take over karena bunga dianggap terlalu tinggi, tenor terasa kepanjangan, atau ingin merapikan arus kas usaha.


Apa itu take over pinjaman dan bedanya dengan pelunasan biasa

Secara sederhana, take over pinjaman adalah pemindahan fasilitas kredit dari bank atau lembaga keuangan lama ke bank atau lembaga keuangan baru. Bank baru melunasi sisa pinjaman di tempat lama, lalu debitur melanjutkan cicilan ke bank baru dengan syarat yang disepakati di akad baru. Debitur tetap orang yang sama, yang berubah adalah pihak pemberi pinjaman dan perjanjian kreditnya.

Kalau pelunasan biasa, Anda menutup pinjaman dengan dana sendiri. Dalam take over, pelunasan di bank lama umumnya dilakukan oleh bank baru sebagai bagian dari proses pemindahan. Karena itu, take over nyaris selalu diikuti analisis kredit ulang, penilaian jaminan, dan penandatanganan perjanjian baru.


Alasan paling sering orang mengajukan take over

Banyak orang datang dengan alasan cicilan mau diperkecil. Itu sah, tetapi motif take over biasanya lebih beragam.

Mengejar bunga yang lebih ringan atau skema bunga yang lebih pas

Alasan paling populer adalah mencari bunga yang lebih rendah atau mengganti skema bunga supaya cicilan lebih nyaman. Misalnya, sebagian orang ingin beralih dari bunga mengambang ke bunga tetap, atau sekadar mendapatkan program bunga promo di bank lain.

Tabel Angsuran KUR BRI Pinjaman 150 Juta, Simulasi Cicilan

Mengubah tenor agar arus kas lebih lega

Ada juga yang tidak mengejar bunga paling rendah, tetapi ingin memperpanjang tenor agar cicilan per bulan turun. Ini sering terjadi pada pelaku usaha kecil ketika pemasukan sedang naik turun dan butuh ruang napas untuk operasional.

Sekalian top up untuk tambahan dana

Dalam beberapa program, take over bisa dibarengi penambahan plafon, jadi bank baru tidak hanya melunasi sisa pinjaman lama, tetapi juga menambah dana segar sesuai hasil analisis kemampuan bayar dan nilai agunan.


Alur take over pinjaman dari sisi debitur

Proses take over bukan hanya urusan tanda tangan lalu pindah bayar. Biasanya ada tahapan yang perlu Anda siapkan sejak awal.

Ajukan permohonan dan siapkan dokumen

Umumnya bank baru akan meminta identitas, dokumen penghasilan atau laporan usaha, dokumen pinjaman lama, serta dokumen jaminan bila kreditnya memakai agunan. Di tahap ini, penting untuk jujur soal kondisi cicilan dan tujuan take over agar bank bisa menilai kebutuhan Anda dengan tepat.

Analisis kredit ulang dan penilaian agunan

Bank baru akan menilai kemampuan bayar, riwayat kredit, serta nilai jaminan. Untuk KPR atau kredit dengan agunan, penilaian properti biasanya dilakukan lagi. Dari sinilah muncul keputusan: disetujui atau tidak, plafon berapa, bunga berapa, dan tenor berapa.

Bunga Pinjaman Bank Nagari 2026: Panduan Baca Suku Bunga

Pelunasan ke bank lama lalu akad baru

Jika disetujui, bank baru akan melakukan pelunasan sisa pinjaman ke bank lama. Setelah itu Anda menandatangani akad kredit baru, dan cicilan berjalan ke bank baru mulai periode berikutnya.


Biaya yang sering bikin orang kaget saat take over

Bagian ini yang sering luput. Take over bisa menguntungkan, tetapi angka hematnya harus melampaui biaya pindah.

Penalti pelunasan dipercepat di bank lama

Banyak perjanjian kredit memuat biaya ketika pelunasan dilakukan lebih cepat dari jadwal. Penalti ini pada dasarnya denda karena kredit ditutup lebih cepat, dan besarannya mengikuti ketentuan di perjanjian awal.

Biaya administrasi, provisi, appraisal, notaris, asuransi

Di bank baru biasanya ada biaya administrasi dan provisi, lalu untuk kredit dengan agunan ada biaya appraisal dan biaya notaris untuk pengikatan jaminan. Untuk KPR, asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran juga kerap muncul.


Poin penting yang wajib Anda cek sebelum setuju take over

Pada tahap akhir, keputusan take over yang sehat biasanya ditentukan oleh tiga hal: hitungannya masuk, syaratnya jelas, dan kemampuan bayarnya realistis.

Pinjaman di Bank bjb syariah yang Paling Dicari, Ini Jalurnya

Pertama, minta simulasi cicilan versi bank baru lalu bandingkan dengan cicilan lama, termasuk total biaya pindah. Kedua, baca klausul biaya dan ketentuan sebelum tanda tangan, terutama bagian biaya, denda, dan perlakuan terhadap agunan. Ketiga, jujur pada kemampuan bayar. Kalau take over hanya memindahkan beban tanpa memperbaiki rasio cicilan terhadap penghasilan, Anda berisiko kembali terjepit beberapa bulan kemudian. Di Kur.co.id, saya lebih suka menyebut take over sebagai strategi merapikan kredit, bukan trik sulap cicilan.

“Take over yang benar itu bukan sekadar pindah tempat bayar, tapi pindah ke perjanjian yang lebih cocok dengan kemampuan Anda, setelah semua biayanya dihitung terang benderang.”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *