Umkm
Home » Berita » BRImo capai 45,9 juta user, transaksi tembus Rp7.057 T!

BRImo capai 45,9 juta user, transaksi tembus Rp7.057 T!

BRImo capai 45,9 juta user
BRImo capai 45,9 juta user

BRImo capai 45,9 juta user menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi perbankan di Indonesia. Angka ini bukan hanya menunjukkan besarnya basis nasabah yang beralih ke layanan digital, tetapi juga mengindikasikan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi, dari yang semula mengandalkan kantor cabang dan ATM, kini bergeser ke layar ponsel. Di tengah persaingan super ketat antar aplikasi keuangan, capaian tersebut menempatkan BRImo sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem keuangan digital nasional.

Ledakan Pengguna: BRImo capai 45,9 juta user dan terus bertambah

Lonjakan pengguna yang membuat BRImo capai 45,9 juta user mencerminkan strategi agresif sekaligus konsisten dari bank dalam mendorong transformasi digital. Beberapa tahun terakhir, hampir setiap produk dan layanan yang sebelumnya hanya tersedia di kantor cabang secara bertahap diintegrasikan ke dalam aplikasi, sehingga nasabah didorong untuk menjadikan BRImo sebagai kanal utama.

Pertumbuhan pengguna ini tidak terjadi secara tiba tiba. Ada kombinasi faktor yang saling menguatkan, mulai dari penetrasi smartphone yang semakin luas, jaringan internet yang kian merata, hingga kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang serba cepat dan tanpa batas waktu operasional. Bank juga memanfaatkan momentum tersebut dengan berbagai program akuisisi, seperti pembukaan rekening digital, promosi cashback, hingga bundling dengan produk kredit dan tabungan.

Kenaikan jumlah user juga didorong oleh integrasi layanan ke segmen mikro dan ultra mikro yang menjadi basis kuat bank ini. Pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga pekerja informal yang sebelumnya mengandalkan transaksi tunai, mulai terbiasa menggunakan BRImo untuk menerima dan mengirim pembayaran, membeli pulsa, membayar tagihan, hingga mengelola arus kas sederhana.

> “Angka 45,9 juta pengguna bukan sekadar statistik, melainkan cerminan bahwa dompet masyarakat Indonesia kini makin berpindah ke layar ponsel.”

Kontribusi BRI Program Rumah Rakyat Dipuji Menteri

Transaksi Tembus Rp7.057 Triliun, Apa yang Terjadi di Baliknya

Di balik kabar BRImo capai 45,9 juta user, terdapat fakta lain yang tak kalah mencolok, yaitu nilai transaksi yang menembus Rp7.057 triliun. Angka ini menggambarkan betapa masifnya perputaran uang yang berlangsung melalui satu aplikasi saja dalam setahun. Mulai dari transaksi kecil bernilai puluhan ribu rupiah hingga transfer bernilai miliaran rupiah, semuanya melewati jalur digital.

Lonjakan nilai transaksi ini dipengaruhi oleh semakin luasnya jenis layanan yang tersedia di BRImo. Nasabah tidak hanya menggunakan aplikasi untuk cek saldo dan transfer antarrekening, tetapi juga untuk pembayaran e commerce, QRIS di merchant offline, top up dompet digital, hingga pembayaran berbagai tagihan seperti listrik, air, internet, dan cicilan.

Selain itu, perilaku nasabah yang semakin sering bertransaksi dalam jumlah kecil namun berulang juga berkontribusi pada besarnya volume transaksi. Misalnya, kebiasaan membeli makanan lewat aplikasi pesan antar, berlangganan layanan streaming, hingga pembayaran transportasi online, hampir semuanya terkoneksi dengan rekening atau kartu yang dikelola melalui BRImo. Setiap transaksi kecil itu pada akhirnya terakumulasi menjadi angka triliunan rupiah.

Fitur Fitur Kunci yang Membuat BRImo capai 45,9 juta user

Keberhasilan BRImo capai 45,9 juta user tidak lepas dari pengembangan fitur yang semakin lengkap dan relevan dengan kebutuhan harian. Aplikasi ini dirancang bukan hanya sebagai alat transfer, tetapi sebagai “gerbang” utama ke berbagai layanan perbankan dan keuangan.

Salah satu fitur penting adalah pembukaan rekening digital yang memungkinkan calon nasabah mendaftar tanpa perlu datang ke kantor cabang. Cukup dengan unggah identitas dan melakukan verifikasi video, rekening dapat aktif dalam hitungan menit. Fitur ini sangat membantu masyarakat di daerah yang jauh dari kantor cabang, sekaligus mempercepat proses akuisisi nasabah baru.

Menkeu Purbaya Apresiasi Inovasi Produk Turunan Kelapa Sawit UMKM

Fitur lain yang banyak digunakan adalah transfer antarbank berbiaya ringan atau bahkan gratis melalui skema tertentu, pembayaran dengan QRIS di jutaan merchant, serta pengelolaan kartu debit dan kredit langsung dari aplikasi. Pengguna dapat memblokir, mengaktifkan kembali, atau mengatur limit kartu tanpa perlu menghubungi call center.

Di sisi lain, integrasi dengan produk tabungan berjangka, deposito, hingga investasi sederhana membuat BRImo menjadi pintu masuk bagi nasabah yang ingin mulai merencanakan keuangan. Meski fitur investasi belum sekompleks aplikasi khusus, kehadirannya menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memulai dari nominal kecil.

BRImo capai 45,9 juta user sebagai Cermin Perubahan Perilaku Nasabah

Fakta bahwa BRImo capai 45,9 juta user mencerminkan perubahan mendasar dalam cara nasabah berinteraksi dengan bank. Jika dulu kantor cabang menjadi pusat aktivitas, kini aplikasi di ponsel mengambil alih peran tersebut. Nasabah tidak lagi bergantung pada jam operasional, karena hampir semua kebutuhan dapat dipenuhi 24 jam sehari.

Perubahan perilaku ini terlihat jelas dari menurunnya frekuensi kunjungan ke teller dan ATM. Nasabah lebih memilih melakukan transfer, pembayaran, bahkan pengajuan layanan tertentu melalui aplikasi. Bagi generasi muda, terutama yang lahir dan besar di era digital, bank yang tidak menyediakan aplikasi mumpuni cenderung dianggap ketinggalan zaman.

Perilaku nasabah yang semakin digital juga mendorong bank untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna. Hal ini tercermin dari desain antarmuka yang lebih sederhana, proses login yang lebih cepat, hingga kemudahan berpindah dari satu menu ke menu lain. Nasabah tidak ingin berhadapan dengan aplikasi yang rumit, lambat, atau sering error, karena mereka terbiasa dengan standar tinggi dari aplikasi teknologi lainnya.

Digitalisasi UMKM Perempuan Garut Melejit Berkat Garudafood

Persaingan Ketat di Dunia Perbankan Digital

Keberhasilan BRImo capai 45,9 juta user tidak datang tanpa tekanan. Di luar sana, bank bank lain juga berlomba mengembangkan aplikasi mobile banking dan layanan digital. Selain itu, kehadiran bank digital murni dan platform teknologi finansial turut memperketat persaingan memperebutkan perhatian dan kepercayaan nasabah.

Dalam lanskap seperti ini, keunggulan tidak lagi ditentukan hanya oleh besarnya aset atau jumlah kantor cabang, tetapi oleh seberapa baik aplikasi mampu menjawab kebutuhan pengguna. Kecepatan transaksi, stabilitas sistem, biaya yang kompetitif, hingga tampilan yang nyaman digunakan menjadi faktor pembeda utama.

Bank yang memiliki basis nasabah besar seperti BRI memanfaatkan kekuatan jaringan dan kepercayaan yang sudah terbangun selama puluhan tahun. Namun, mereka juga harus bergerak lincah seperti perusahaan teknologi, melakukan pembaruan berkala, uji coba fitur baru, dan merespons keluhan pengguna dengan cepat. Tanpa itu, dominasi di dunia fisik tidak otomatis berlanjut di ranah digital.

Digitalisasi Layanan Mikro dan UMKM Lewat BRImo

Salah satu aspek menarik dari capaian BRImo capai 45,9 juta user adalah penetrasinya ke segmen mikro dan UMKM. Segmen ini selama ini menjadi tulang punggung portofolio kredit BRI, dan kini mulai terhubung lebih erat dengan ekosistem digital melalui aplikasi.

Banyak pelaku usaha kecil yang memanfaatkan BRImo untuk memisahkan transaksi usaha dan pribadi, menerima pembayaran dari pelanggan, hingga membayar pemasok. Dengan begitu, arus kas usaha menjadi lebih tercatat, yang pada gilirannya dapat membantu mereka saat mengajukan pembiayaan tambahan.

Digitalisasi segmen mikro juga membantu bank dalam memantau profil risiko dan perilaku pembayaran debitur. Data transaksi yang terekam di aplikasi memberikan gambaran lebih lengkap tentang kondisi usaha nasabah, sehingga keputusan pemberian kredit bisa lebih tepat sasaran. Hal ini berpotensi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang sebelumnya sulit memenuhi persyaratan formal.

> “Ketika pedagang pasar, sopir ojek, hingga pelaku UMKM mengandalkan BRImo, digitalisasi keuangan tidak lagi menjadi konsep, melainkan realitas di lapangan.”

Keamanan dan Kepercayaan di Tengah Lonjakan Transaksi

Nilai transaksi yang mencapai Rp7.057 triliun dan fakta bahwa BRImo capai 45,9 juta user membuat isu keamanan menjadi sangat krusial. Setiap kebocoran data, percobaan penipuan, atau transaksi tidak sah berpotensi merusak kepercayaan publik yang dibangun dengan susah payah.

Untuk menjaga keamanan, bank menerapkan berbagai lapisan perlindungan seperti otentikasi berlapis, enkripsi data, hingga pemantauan transaksi secara real time. Pengguna juga didorong untuk menjaga keamanan perangkat dan kerahasiaan data pribadi, misalnya dengan tidak membagikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank.

Namun, ancaman kejahatan siber terus berkembang. Modus penipuan seperti phishing, social engineering, dan pengambilalihan akun terus bermunculan dengan cara yang semakin meyakinkan. Di sinilah edukasi nasabah menjadi sama pentingnya dengan teknologi keamanan. Bank perlu terus mengingatkan pengguna melalui notifikasi, kampanye, dan sosialisasi agar mereka lebih waspada.

Inovasi Berkelanjutan di Tengah Ekspektasi Pengguna yang Meningkat

Ketika BRImo capai 45,9 juta user, ekspektasi pengguna terhadap kualitas layanan dan inovasi otomatis meningkat. Nasabah menginginkan proses yang semakin cepat, fitur yang semakin lengkap, dan pengalaman yang bebas gangguan. Setiap kali ada keluhan tentang gangguan sistem, antrian transaksi, atau bug di aplikasi, respons publik di media sosial bisa sangat keras.

Situasi ini memaksa bank untuk mengadopsi pola kerja yang lebih agile dalam pengembangan teknologi. Pembaruan aplikasi dilakukan secara berkala, fitur diuji dalam skala terbatas sebelum diluncurkan luas, dan masukan pengguna direspons dengan lebih terbuka. Kolaborasi dengan perusahaan teknologi dan startup juga menjadi salah satu cara memperkaya ekosistem layanan di dalam aplikasi.

Di saat yang sama, bank harus menjaga stabilitas sistem inti yang menampung jutaan transaksi per hari. Inovasi tidak boleh mengorbankan keandalan, karena satu kali gangguan besar bisa berdampak pada jutaan nasabah sekaligus. Menjaga keseimbangan antara kecepatan inovasi dan kehati hatian teknis menjadi tantangan tersendiri bagi tim teknologi di belakang BRImo.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *