Pertarungan Janice Tjen vs Liudmila Samsonova di babak 16 besar Abu Dhabi Open 2026 menjadi salah satu laga yang paling dinantikan di awal musim tur WTA. Di satu sisi ada Samsonova, petenis Rusia yang sudah mapan di jajaran elite tunggal putri dunia. Di sisi lain, sosok Janice Tjen yang membawa harapan besar publik Indonesia setelah menapaki jalan panjang dari kampus Amerika Serikat menuju panggung profesional. Pertemuan ini bukan sekadar pertandingan babak awal turnamen, tetapi juga pertemuan dua jalur karier yang sangat berbeda dan bisa menjadi titik balik bagi keduanya.
Latar Belakang Duel Janice Tjen vs Liudmila Samsonova
Pertemuan Janice Tjen vs Liudmila Samsonova di Abu Dhabi Open 2026 berangkat dari dua cerita karier yang kontras. Samsonova datang dengan status unggulan dan pengalaman panjang di turnamen level WTA 500 dan WTA 1000. Ia pernah menembus papan atas peringkat dunia, dikenal dengan servis keras dan pukulan groundstroke bertenaga yang kerap membuat lawan tertekan sejak awal reli.
Janice Tjen justru menempuh jalur berbeda. Namanya lebih dulu dikenal di level junior dan NCAA di Amerika Serikat, membela universitas dan mengumpulkan gelar di sirkuit kampus sebelum serius menatap tur profesional. Pencapaian di ITF dan kualifikasi WTA perlahan membawanya ke level yang lebih tinggi, hingga akhirnya tiba di Abu Dhabi sebagai underdog yang mengintip kejutan.
Abu Dhabi Open sendiri menjadi salah satu turnamen pembuka musim yang penting. Lapangan keras outdoor, cuaca hangat, dan angin yang kadang berembus cukup kencang sering membuat pertandingan di sini tidak hanya soal teknik, tetapi juga soal adaptasi dan ketahanan fisik. Dalam kondisi seperti ini, petenis yang bisa cepat membaca situasi lapangan biasanya punya keuntungan tambahan.
Profil Singkat Janice Tjen vs Liudmila Samsonova di Tur WTA
Sebelum membahas lebih jauh tentang dinamika pertandingan Janice Tjen vs Liudmila Samsonova, penting melihat profil singkat keduanya di tur WTA. Samsonova sudah lama dikenal sebagai salah satu petenis dengan servis paling berbahaya di generasinya. Tinggi badan yang menunjang, ayunan raket yang penuh, dan keberanian mengambil risiko membuatnya sering mengakhiri poin dengan cepat, baik lewat servis langsung maupun pukulan pertama setelah serve.
Janice Tjen lebih identik dengan permainan yang rapi dan terstruktur. Latar belakangnya di tenis kampus membentuknya menjadi petenis yang disiplin, banyak bekerja dengan pola, dan mengandalkan variasi pukulan. Ia tidak selalu mengincar winner cepat, tetapi berusaha memaksa lawan melakukan kesalahan dengan mengubah tempo, arah, dan kedalaman bola. Di atas kertas, gaya seperti ini bisa menjadi antitesis bagi petenis agresif seperti Samsonova.
Samsonova juga punya pengalaman tampil di berbagai grand slam dan turnamen besar, menghadapi lawan dari papan atas secara rutin. Janice, di sisi lain, baru mulai mencicipi atmosfer turnamen besar dengan intensitas yang lebih tinggi. Perbedaan pengalaman inilah yang membuat banyak pengamat menempatkan Samsonova sebagai favorit, namun tidak menutup peluang kejutan jika Janice mampu tampil lepas.
> “Pertandingan antara petenis mapan dan sosok yang sedang menanjak sering kali menghadirkan kejutan, karena beban ekspektasi justru lebih besar di pundak sang unggulan.”
Gaya Bermain Janice Tjen vs Liudmila Samsonova di Lapangan Keras
Gaya bermain akan menjadi kunci dalam duel Janice Tjen vs Liudmila Samsonova di lapangan keras Abu Dhabi. Samsonova dikenal mengandalkan servis sebagai senjata utama. First serve yang kencang dan akurat membuatnya sering meraih poin cepat, sementara second serve yang tetap agresif meminimalkan peluang lawan mengambil inisiatif. Dari baseline, ia mengandalkan forehand bertenaga dan backhand dua tangan yang rata, sering diarahkan ke garis untuk memaksa lawan bertahan di belakang.
Janice Tjen cenderung bermain dengan pendekatan yang lebih sabar. Ia mengandalkan footwork yang lincah untuk menutup sudut lapangan, kemudian membangun poin dengan memvariasikan kedalaman dan spin bola. Drop shot, slice, dan perubahan ritme reli bisa menjadi senjata tambahan untuk merusak timing Samsonova. Jika berhasil memaksa reli panjang, peluang Janice untuk memancing error lawan akan meningkat.
Lapangan keras Abu Dhabi yang relatif cepat berpotensi lebih menguntungkan pemain agresif seperti Samsonova. Namun, kecepatan bola yang tinggi juga bisa menjadi bumerang jika ia terlalu memaksakan pukulan dan akurasinya menurun. Di sinilah peluang Janice untuk memanfaatkan setiap kesalahan kecil, terutama jika ia mampu mengembalikan servis dengan cukup dalam dan terarah ke backhand Samsonova.
Head to Head, Ranking, dan Tekanan Mental di Abu Dhabi
Catatan pertemuan langsung Janice Tjen vs Liudmila Samsonova menjadi salah satu faktor yang disorot menjelang laga. Jika ini merupakan pertemuan pertama mereka di tur WTA, maka unsur kejutan dan adaptasi akan sangat menentukan. Samsonova mungkin belum terlalu familiar dengan pola permainan Janice, sementara Janice bisa mempelajari gaya Samsonova lewat rekaman pertandingan dan statistik.
Dari sisi peringkat, Samsonova jelas berada di posisi lebih tinggi. Peringkat yang mapan bukan hanya soal angka, tetapi juga mencerminkan konsistensi di berbagai turnamen. Poin ranking yang besar juga berarti tekanan yang lebih besar untuk mempertahankannya. Kekalahan di babak awal turnamen seperti Abu Dhabi bisa berdampak pada posisi di klasemen WTA, sehingga setiap laga menjadi penting.
Janice datang dengan beban yang berbeda. Sebagai petenis yang sedang naik, setiap kemenangan di turnamen besar adalah bonus besar untuk peringkat dan kepercayaan diri. Tekanan ekspektasi publik mungkin ada, terutama dari Indonesia yang merindukan sosok andalan di tunggal putri dunia, namun di lapangan ia bisa bermain lebih lepas dibandingkan lawan yang berstatus unggulan.
Secara mental, pengalaman Samsonova di partai besar menjadi modal untuk mengatasi momen kritis seperti tie break atau game penentu. Namun, pemain non unggulan yang bermain tanpa beban sering kali berbahaya, terutama jika berhasil mencuri set pertama dan memaksa unggulan bermain dalam posisi tertinggal.
Kunci Taktik di Laga Janice Tjen vs Liudmila Samsonova
Dalam laga Janice Tjen vs Liudmila Samsonova, beberapa elemen taktik akan menjadi penentu. Bagi Samsonova, menjaga persentase first serve adalah prioritas. Jika persentase ini menurun dan ia terlalu sering mengandalkan second serve, Janice berpeluang mengambil inisiatif dengan pukulan pengembalian yang agresif. Samsonova juga perlu menjaga keseimbangan antara agresivitas dan konsistensi, tidak tergoda untuk terlalu cepat mengakhiri reli ketika posisi belum ideal.
Bagi Janice, pengembalian servis akan menjadi pintu utama untuk masuk ke pertandingan. Mampu menahan gempuran servis Samsonova, bahkan hanya dengan mengembalikan bola secara konsisten ke area tengah yang dalam, sudah cukup untuk memaksa reli dimulai. Dari sana, ia bisa mulai memainkan variasi arah dan spin untuk menguji footwork dan kesabaran Samsonova.
Variasi pukulan crosscourt dan down the line juga akan krusial. Mengarahkan bola ke backhand Samsonova secara konsisten, lalu sesekali mengubah arah ke forehand atau ke depan lapangan, bisa membuka ruang. Jika kondisi fisik dan stamina mendukung, Janice bisa mencoba memperpanjang reli untuk menguji daya tahan mental Samsonova, terutama di tengah cuaca panas Abu Dhabi.
> “Di level ini, selisih kualitas pukulan sering kali tipis. Yang membedakan hasil justru kemampuan membaca momen dan mengelola risiko dalam setiap poin penting.”
Antusiasme Publik Indonesia Menyambut Janice Tjen
Laga Janice Tjen vs Liudmila Samsonova juga menyedot perhatian karena kehadiran nama Indonesia di babak 16 besar turnamen besar seperti Abu Dhabi Open. Sudah lama publik tenis tanah air menantikan sosok yang mampu menembus babak-babak penting di turnamen WTA, dan kehadiran Janice di level ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan tenis Indonesia.
Media sosial ramai dengan dukungan, mulai dari komunitas tenis, mantan atlet, hingga penggemar olahraga umum yang mungkin sebelumnya jarang mengikuti tenis secara intens. Setiap unggahan tentang jadwal pertandingan, skor, atau cuplikan latihan Janice mendapat respons besar, menandakan bahwa minat terhadap tenis sebenarnya masih hidup, hanya menunggu figur yang bisa dijadikan panutan baru.
Dukungan seperti ini punya dua sisi. Di satu sisi, ia bisa menjadi energi tambahan bagi Janice untuk tampil berani dan memberikan yang terbaik. Di sisi lain, ekspektasi berlebihan bisa berubah menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik. Namun, perjalanan panjangnya lewat jalur kampus dan turnamen kecil menunjukkan bahwa Janice sudah terbiasa melalui berbagai fase tekanan dalam kariernya.
Abu Dhabi Open 2026 menjadi panggung di mana semua mata mulai benar-benar memperhatikan langkahnya. Apapun hasil laga melawan Samsonova, keberadaannya di babak 16 besar sudah menempatkan namanya dalam radar tenis internasional dan membuka harapan baru bagi tenis Indonesia di kancah dunia.

Comment