Ekonomi
Home » Berita » Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking, Cek Tips Penting Ini!

Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking, Cek Tips Penting Ini!

Di tengah maraknya layanan keuangan berbasis aplikasi, aman berinvestasi di aplikasi digital banking menjadi pertanyaan besar bagi banyak nasabah. Kemudahan membuka rekening, membeli reksa dana, deposito, hingga obligasi hanya lewat ponsel memang menggiurkan, tetapi risiko keamanan dan penipuan digital juga ikut meningkat. Kondisi ini membuat literasi keuangan dan pemahaman fitur keamanan menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan.

Mengapa Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking Jadi Isu Penting

Lonjakan pengguna mobile banking dan digital banking di Indonesia membuat bank berlomba menghadirkan fitur investasi dalam satu genggaman. Dari reksa dana, tabungan berjangka, emas digital, hingga surat berharga negara, semua tersedia di satu aplikasi. Kenyamanan ini membuat proses investasi yang dulu rumit kini terasa sederhana.

Namun di balik kemudahan itu, muncul pertanyaan besar: seberapa aman berinvestasi di aplikasi digital banking bagi masyarakat yang belum sepenuhnya paham teknologi dan produk keuangan. Banyak kasus penipuan bermodus phising, social engineering, hingga pembobolan akun memicu kekhawatiran bahwa uang bisa lenyap dalam hitungan menit.

“Teknologi perbankan berkembang cepat, tetapi kemampuan sebagian nasabah dalam menjaga keamanan digital sering tertinggal beberapa langkah”

Ketimpangan inilah yang membuat edukasi keamanan dan pemilihan aplikasi yang tepat menjadi kunci utama sebelum menempatkan dana investasi dalam jumlah besar di platform digital.

ATM Tidak Bisa Mengeluarkan Uang Ini Penyebabnya

Memahami Cara Kerja Investasi di Aplikasi Digital Banking

Sebelum melangkah lebih jauh, penting memahami bagaimana skema investasi di aplikasi bank bekerja. Banyak nasabah mengira dana mereka sepenuhnya dikelola oleh pihak bank, padahal sering kali bank hanya berperan sebagai agen penjual produk investasi.

Jenis Produk yang Umum dan Tetap Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking

Di dalam satu aplikasi bank, biasanya tersedia beberapa jenis produk investasi. Untuk aman berinvestasi di aplikasi digital banking, nasabah perlu mengenali karakter masing masing produk, bukan sekadar melihat iming iming imbal hasil.

Beberapa produk yang umum ditawarkan antara lain

1. Reksa dana
Bank bertindak sebagai agen penjual reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi. Dana nasabah dikumpulkan dan diinvestasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Risiko dan imbal hasil bervariasi tergantung jenis reksa dana.

2. Deposito berjangka
Produk simpanan berjangka dengan bunga tetap dan jangka waktu tertentu. Di aplikasi, nasabah bisa membuka deposito tanpa datang ke cabang, memilih tenor, dan memantau jatuh tempo langsung dari ponsel.

Cara Mengubah PIN ATM BRI, Bisa di ATM dan BRImo

3. Emas digital
Beberapa bank bekerja sama dengan mitra emas untuk menyediakan fitur beli jual emas. Nasabah bisa membeli dalam nominal kecil, misalnya mulai dari 0,01 gram, dan menyimpannya secara digital.

4. Surat berharga negara ritel
Seperti SBR, ORI, atau Sukuk Ritel yang dijual lewat aplikasi bank yang menjadi mitra distribusi. Produk ini diterbitkan pemerintah, sehingga dari sisi risiko gagal bayar tergolong sangat rendah.

Poin pentingnya, tidak semua dana investasi “disimpan” di bank. Pada reksa dana dan SBN misalnya, bank hanya menjadi pintu masuk transaksi, sementara pengelolaan dana berada di manajer investasi atau pemerintah.

Mekanisme Transaksi dan Perlindungan Data

Setiap transaksi investasi di aplikasi digital banking umumnya menggunakan beberapa lapis verifikasi. Biasanya meliputi login dengan password atau biometrik, lalu otorisasi transaksi dengan PIN, OTP, atau token.

Bank juga menerapkan enkripsi data, pemantauan transaksi mencurigakan, dan sistem keamanan berlapis di server mereka. Namun, keamanan di sisi pengguna tetap menjadi titik lemah terbesar, terutama jika nasabah mudah membocorkan data pribadi atau OTP kepada pihak lain.

Pinjam KUR BRI 25 Juta, Angsuran Per Bulan Berapa?

Ciri Ciri Aplikasi Bank yang Relatif Aman untuk Investasi

Memilih aplikasi yang tepat adalah langkah pertama sebelum menaruh dana investasi. Tidak semua aplikasi yang beredar di toko aplikasi resmi benar benar berasal dari bank yang sah. Nasabah perlu jeli memeriksa keaslian aplikasi dan legalitas lembaga keuangan yang berada di belakangnya.

Legalitas dan Kredibilitas Sebagai Dasar Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking

Untuk aman berinvestasi di aplikasi digital banking, cek terlebih dahulu legalitas dan reputasi bank yang menerbitkan aplikasi tersebut. Beberapa hal yang wajib diperhatikan antara lain

1. Terdaftar dan diawasi OJK
Bank yang sah di Indonesia wajib berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Nama bank dapat dicek di situs resmi OJK. Jika aplikasi mengklaim sebagai bank tetapi tidak ada dalam daftar ini, sebaiknya dihindari.

2. Aplikasi resmi di toko aplikasi
Unduh aplikasi hanya dari Google Play Store atau Apple App Store. Pastikan nama pengembang sesuai dengan nama resmi bank, bukan variasi yang mencurigakan.

3. Informasi produk dan risiko yang transparan
Aplikasi yang sehat akan menampilkan informasi produk investasi secara jelas, termasuk potensi keuntungan dan risiko kerugian. Jika hanya menonjolkan keuntungan tanpa menyebut risiko, patut dicurigai.

4. Reputasi dan ulasan pengguna
Periksa rating dan ulasan di toko aplikasi. Komplain berulang terkait keamanan, saldo hilang, atau layanan yang tidak jelas perlu menjadi bahan pertimbangan.

Fitur Keamanan yang Wajib Ada

Selain legalitas, fitur keamanan dalam aplikasi juga menentukan tingkat kenyamanan nasabah saat berinvestasi. Beberapa fitur penting di antaranya

1. Login biometrik
Pemindaian sidik jari atau pengenalan wajah menambah lapisan keamanan selain username dan password.

2. PIN transaksi terpisah
Idealnya, PIN untuk transaksi berbeda dengan PIN untuk login. Ini mengurangi risiko jika akun berhasil dibobol, pelaku tetap kesulitan mengeksekusi transaksi.

3. OTP dan notifikasi real time
Setiap transaksi penting sebaiknya dikonfirmasi lewat OTP yang dikirim ke nomor ponsel terdaftar. Notifikasi instan via SMS atau aplikasi membantu nasabah segera menyadari jika ada aktivitas mencurigakan.

4. Fitur blokir akun atau kartu
Aplikasi yang baik menyediakan opsi untuk memblokir sementara akun atau kartu jika terjadi indikasi pembobolan, tanpa harus datang ke cabang.

Tips Praktik Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking Sehari hari

Keamanan teknologi di sisi bank tidak akan berarti banyak jika pengguna lengah. Banyak kasus kerugian justru terjadi karena kelalaian nasabah sendiri, bukan karena sistem bank yang jebol. Disiplin menjaga data pribadi menjadi garis pertahanan pertama.

Kebiasaan Digital yang Menjaga Aman Berinvestasi di Aplikasi Digital Banking

Ada beberapa kebiasaan digital yang perlu dibangun agar aman berinvestasi di aplikasi digital banking bisa benar benar terwujud

1. Jangan pernah membagikan OTP dan PIN
OTP, PIN, dan password adalah kunci utama akun. Bank tidak pernah meminta OTP atau PIN melalui telepon, pesan, atau tautan. Jika ada pihak yang mengaku dari bank meminta data ini, hampir pasti itu penipuan.

2. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik
Hindari kombinasi sederhana seperti tanggal lahir atau angka berurutan. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Jangan gunakan password yang sama untuk email, media sosial, dan aplikasi bank.

3. Hindari mengakses aplikasi lewat Wi Fi publik
Jaringan umum di kafe atau tempat umum rawan disusupi. Sebaiknya gunakan jaringan seluler pribadi atau Wi Fi rumah yang terlindungi password.

4. Selalu logout dari perangkat bersama
Jika terpaksa mengakses dari perangkat orang lain, pastikan logout setelah selesai dan jangan menyimpan data login.

5. Perbarui aplikasi secara berkala
Pembaruan aplikasi sering kali memuat perbaikan keamanan. Menunda update berarti membiarkan celah keamanan terbuka lebih lama.

Mengenali Modus Penipuan yang Mengincar Pengguna Aplikasi Bank

Penipuan digital terus berkembang dengan pola yang semakin meyakinkan. Untuk aman berinvestasi di aplikasi digital banking, nasabah perlu mengenali beberapa modus yang sering terjadi

1. Phising lewat tautan palsu
Pelaku mengirim SMS atau pesan yang mengarahkan ke situs mirip bank resmi. Begitu nasabah memasukkan user ID dan password, data itu dicuri.

2. Telepon mengatasnamakan bank
Pelaku mengaku petugas bank dan mengarahkan korban untuk menyebutkan OTP atau mengklik tautan tertentu. Modus ini sering dibalut alasan verifikasi data atau peningkatan layanan.

3. Aplikasi palsu
Ada aplikasi tiruan yang dibuat sangat mirip dengan aplikasi resmi bank. Jika nasabah mengunduh dan login, datanya langsung terekam pelaku.

4. Investasi bodong yang memanfaatkan nama bank
Penipu mengklaim bekerja sama dengan bank tertentu dan menawarkan imbal hasil tidak wajar. Padahal produk tersebut tidak pernah terdaftar secara resmi di bank.

“Setiap kali ada tawaran investasi dengan keuntungan tinggi dan proses serba instan, hal pertama yang wajib muncul di kepala adalah rasa curiga, bukan rasa tergiur”

Menilai Kecocokan Produk Sebelum Menempatkan Dana

Keamanan tidak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut kecocokan produk investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan. Aman berinvestasi di aplikasi digital banking juga berarti tidak menempatkan dana pada instrumen yang tidak dipahami.

Menyelaraskan Profil Risiko dengan Pilihan Investasi

Dalam aplikasi bank, biasanya ada fitur asesmen profil risiko. Nasabah akan menjawab beberapa pertanyaan tentang tujuan, jangka waktu, dan toleransi terhadap fluktuasi nilai investasi. Hasilnya akan mengarahkan pada kategori konservatif, moderat, atau agresif.

Untuk aman berinvestasi di aplikasi digital banking, beberapa hal ini perlu diperhatikan

1. Jangan memaksa diri pada produk berisiko tinggi
Jika tidak nyaman dengan fluktuasi nilai investasi, hindari reksa dana saham atau instrumen yang sangat volatil. Pilih reksa dana pasar uang atau deposito.

2. Pisahkan dana darurat dan dana investasi
Dana untuk kebutuhan mendesak sebaiknya tetap berada di tabungan atau instrumen sangat likuid, bukan pada produk yang butuh waktu pencairan atau berisiko turun nilainya.

3. Pahami biaya dan potensi kerugian
Setiap produk memiliki biaya administrasi, biaya pengelolaan, atau potongan tertentu. Pastikan biaya ini diketahui sejak awal agar tidak terkejut ketika nilai investasi tidak sebesar yang dibayangkan.

4. Baca prospektus dan ketentuan
Meskipun terasa membosankan, dokumen ini memuat informasi penting tentang strategi investasi, risiko, dan hak nasabah.

Menggunakan Fitur Simulasi dan Edukasi di Aplikasi

Banyak aplikasi digital banking kini menyediakan fitur simulasi investasi dan materi edukasi. Fitur ini membantu nasabah melihat gambaran hasil investasi dalam jangka waktu tertentu, sekaligus memahami risiko fluktuasi.

Memanfaatkan fitur edukasi ini dapat meningkatkan kepercayaan diri nasabah, sekaligus membuat keputusan investasi lebih terukur. Ini bagian penting dari upaya memastikan aman berinvestasi di aplikasi digital banking bukan hanya slogan, tetapi praktik nyata dalam keseharian finansial.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *